Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil, Gubernur Lemhannas: Wujudkan Kepemimpinan Negarawan
- calendar_month Rab, 15 Apr 2026

Gubernur Lemhannas RI TB Ace Hasan Syadzily di Akmil Magelang, Rabu (15/4/2026). (foto: mta)
BNews–MAGELANG– Gubernur Lemhannas RI TB Ace Hasan Syadzily mengatakan bahwa sebanyak 557 Ketua DPRD mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) di Akademi Militer (Akmil), Magelang. Kegiatan retret ini dilaksanakan selama lima hari, 15-19 April 2026.
Ace Hasan mengungkap peserta KPPD kali ini adalah pada ketua DPRD provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia yang jumlahnya sebanyak 557 orang. Tercatat yang sudah hadir di Akmil berjumlah 478 orang.
“Yang lain mungkin masih ada diperjalanan yang akan bergabung untuk mengikuti KPPD ini. Yang kita sebut dengan istilah Retret Ketua DPRD seluruh Indonesia,” katanya kepada wartawan di Akmil Magelang, Rabu (15/4/2026).
Dia menjelaskan, kegiatan ini akan berlangsung selama lima hari. KPPD ini merupakan program kerja Lemhannas RI bersama dengan para asosiasi baik DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten maupun DPRD Kota se-Indonesia.
“Tujuannya adalah pertama tentu kita ingin mencetak para negarawan-negarawan. Para pimpinan DPRD ini adalah pimpinan daerah yang memiliki tugas penting juga sebagai bagian dari sistem pemerintahan nasional. Yang harus memiliki karakter kepimpinan yang negarawan, holistik, berintegritas untuk bagaimana mengawal dan menjalankan program nasional kita yaitu Asta Cita,” jelasnya.
Selama lima hari, lanjut Ace Hasan, para peserta akan diberikan proses internalisasi tentang empat konsensus kebangsaan. Termasuk juga di dalamnya tantangan-tantangan geopolitik global yang akan dihadapi.
Selain itu akan disampaikan berbagai program-program strategis pemerintah pusat. Yang akan disampaikan oleh para anggota kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Kita harapkan ini merupakan awal dari proses pemantapan nilai-nilai kebangsaan yang diberikan kepada para ketua DPRD seluruh Indonesia. Sehingga mereka dapat terbentuk karakter negarawan dan mengepentingkan kepentingan negara,” ujarnya.
“Karena kita tahu bahwa salah satu di antara kemajuan bangsa kita tentu syaratnya adalah kekompakan, persatuan dan kita ada dalam satu barisan bersama untuk memastikan Indonesia menjadi negara maju,” pungkasnya. (mta)
About The Author
- Penulis: BNews 7



Saat ini belum ada komentar