Ritual Obong Sengkolo Tandai Musim Panen Bawang Putih

BNews—TEMANGGUNG— Musim panen Bawang Putih di Kecamatan Tretep Kabupaten Temanggung  tahun ini dimeriahkan dengan Grebeg Bawang Putih di kawasan Desa Wisata Wagir Bawang, Desa Simpar. Acara berlangsung selama 2 hari Sabtu – Minggu 21-22 April 2018, bertajuk Ritual Obong Sengkala dan Ritual Siraman Gaman Tani, dimeriahkan juga dengan Prosesi 1000 oncor.

 

Camat Tretep Gotri Wijianto mengatakan, gelar budaya masyarakat dimulai Sabtu pagi dengan acara doa bersama dilanjutkan “Ngumbah Gaman Tani” sebagai perlambang reresik atau sesuci agar tanaman bawang putih melimpah. “Malamnya dilanjutkan dengan Ritual Obong Sengkala dengan maksud agar semua sengkala (halangan/rintangan-red), semua penyakit, kebodohan dan kemiskinan, lenyap dari bumi Tretep,” katanya.

 

Wagir Bawang adalah sebuah dusun di Desa Simpar Kecamatan Tretep, yang terletak di lereng Gunung Prahu. Wilayah ini berhawa sejuk dan telah menjadi objek wisata alam gunung “Wagir Bawang” dengan pesona pemandangan alam dataran tinggi. Bulan Maret April 2018 adalah masa panen bawang putih sebagaimana harapan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaeman agar Temanggung mampu mengembalikan kejayaan bawang putih di tahun 1990-an.

 

“Doa para petani untuk merealisasikan impian itu diantaranya dengan melakukan Grebeg Bawang Putih dengan ritual ikutannya yang dimaksudkan untuk memberi semangat kepada masyarakat,” imbuhnya.

 

 

Nuansa malam itu sangat meriah dengan dinyalakannya 1000 oncor dan melakukan kirap keliling dusun. “Oncor adalah filosofi api yang memberi penerangan dan juga membakar semangat masyarakat agar selalu membara dalam mewujudkan swasembaga bawang putih”, paparnya.

 

Tak kalah semangatnya para pemain pentas kesenian yang datang dari berbagai kelompok kesenian se Kecamatan Tretep. Perjalanan pawai Grebeg Bawang Putih diarak ribuan masyarakat dengan route  Bojong – Campurejo – Tempelsari – Ketep – Bonjor – Sigedong – Nglarangan – Donorojo – Simpar – Tlogo – Bendungan – Halaman Kantor Kecamatan Tretep.

 

“Sedangkan Grebeg Gunungan Bawang Putih berlangsung dari pasar Tretep menuju Kantor Kecamatan Tretep dan disitu berlangsung puncak acara dengan pentasnya berbagai kesenian dan juga pemilihan Pangeran dan Putri Khayangan,” jelas Gotri.

 

Camat Tretep berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan sebagai tradisi tahunan guna menggerakkan semangat masyarakat untuk terus menanam bawang putih. Tradisi jika dilakukan terus menerus akan menjadi budaya khas daerah yang kelak akan menjadi ikon wisata khususnya di Wagir Bawang yang telah menjadi trend di sosial media.

 

“Kami jajaran pemerintah Kecamatan Tretep mengucapkan terimakasih atas dukungan masyarakat dan jajaran Dinas terkait atas supportnya sehingga grebeg bawang sukses meriah”, tandas Gotri. —(bhp)—

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: