Sebelum Objek Wisata di Lereng Merapi Beroperasi Kembali, Pengelola Diimbau Konsultasi ke BPPTKG

BNews—MAGELANG— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang mengimbau para pengelola wisata di kawasan lereng Gunung Merapi untuk berkonsultasi ke Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

Konsultasi itu dilakukan sebelum memutuskan mengoperasikan kembali objek wisata tersebut. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, Adi Waryanto.

”Masing-masing usaha wisata bisa berupaya berkoordinasi dengan BPPTKG. Seperti membuat surat ’Apakah titik lokasi saya aman untuk usaha atau melaksanakan usaha’. Itu yang tau persis kan BPPTKG,” katanya, usai acara peresmian Cashless Polres Magelang dan SKCK Door to Door di Halaman Apel Polres Magelang, Kamis (25/2/2021).

Sebagai informasi, berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi pada pertengahan bulan Januari 2021 bahwa rekomendasi BPPTKG terkait ancaman bahaya Merapi telah berubah. Potensi bahaya saat ini yakni guguran lava dan awan panas pada sektor Barat Daya dan Selatan dengan lima alur sungai yang berhulu di Merapi sejauh lima kilometer.

Lima sungai tersebut yakni sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng dan Putih. Kemudian lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak.

Lanjut Adi, dengan kondisi tersebut maka masing-masing usaha pariwisata atau destinasi wisata yang akan beroperasi kembali supaya berkonsultasi ke BPPTKG.

“Destinasi wisata itu tidak secara umum, dia secara parsial ada di kawasan atau tempat tertentu, maka dia harus berupaya berkoordinasi dengan BPPTKG,” imbuhnya.

Dia pun mencontohkan objek wisata Ketep Pass. Usai bersurat maka BPPTKG memberikan rekomendasi dan Jumat (26/2/2021) objek wisata tersebut diizinkan dibuka kembali.

”Objek wisata lain di kawasan lereng Gunung Merapi seperti Jurang Jero, Kedungkayang, dan sebagainya untuk berkonsultasi lebih dulu,” pungkasnya. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: