IKLAN PARTAI HUT DEMOKRAT

Sejarah Letusan Gunung Merapi Terdahsyat Dari Masa ke Masa

BNews—SLEMAN—Gunung Merapi, merupakan salah satu gunung tertinggi yang dianggap keramat di Pulau Jawa. Sebagai salah satu gunung teraktif juga di dunia, Merapi juga sering mengalami erupsi atau letusan.

Erupsi atau letusan Merapi kali pertama tercatat pada 3.000 tahun yang lalu. Semenjak itu, Letusan Merapi mulai dicatat dan dipelajari siklusnya.

Gunung Merapi ini berlokasi di tiga kabupaten dua provinsi. Yakni di Kabupaten Magelang, Boyolali dan Klaten di Provinsi Jawa Tengah. Sedangan Kabupaten Sleman berada di Provinsi Yogyakarta.

Merapi memiliki ketinggian sekitar 2.930 mdpl menurut data tahun 2010. Ketinggian puncak 1356 mdpl atau 4444 ft.

Wilayah Kota Magelang dan Kota Yogyakarta adalah kota besar terdekat, berjarak kurang dari 30 km dari puncaknya. Di lerengnya masih terdapat permukiman sampai ketinggian 1700 meter dan hanya berjarak empat kilometer dari puncak.

Oleh karena tingkat kepentingannya ini, Merapi menjadi salah satu dari enam belas gunung api dunia yang termasuk dalam proyek Gunung Api Dekade Ini 

Berikut catatan letusan Merapi dari masa ke masa yang telah dihimpun dari berbagai sumber:
Loading...
PERIODE 3000-250 TAHUN YANG LALU

Tercatat kurang lebih 33 kali letusan, tujuh di antaranya merupakan letusan besar. Dari data yang tercatat, letusan besar terjadi sekali dalam 150-500 tahun.

PERIODE MERAPI BARU ABAD KE-19

Abad ke-19 merupakan periode Merapi baru, terjadi letusan pada 1768,1822,1849, dan 1872. Erupsi pada abad ini lebih besar dibandingkan abad ke-20, di mana awan panas mencapai 20 kilometer dari puncak. Kemungkinan letusan besar terjadi dalam 100 tahan sekali. Sejak 1768-1872, tercatat lebih dari 80 kali letusan.

Pada periode ini, letusan yang terjadi pada 1872 dianggap letussan yang paling dahsyat. Salah satu letusan Merapi yang dianggap terparah terjadi pada 1872 yang konon menelan korban ratusan nyawa.

Erupsi yang berlangsung pada 15 hingga 20 April 1872 itu bahkan disebut-sebut sebagai letusan Gunung Merapi paling dahsyat yang tercatat dalam sejarah modern. Letusan Merapi kala itu bersifat eksplosif dan membentuk kolom dengan tinggi lebih dari 10 kilometer.

Dikutit dari Tirto, letusan ini berlangsung selama 120 jam tanpa jeda. Awan panas dan material berjatuhan, memusnahkan seluruh permukiman yang berada pada ketinggian di atas 1.000 mdpl.

Erupsi pertama pada 15 April 1872 tidak diawali dengan gejala peningkatan aktivitas. Erupsi dahsyat Merapi yang terjadi pada pertengahan April 1872 itu setidaknya menewaskan tidak kurang dari 200 orang warga.

DOWLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
PERIODE ABAD KE-20

Aktivitas merapi pada abad ke-20 terjadi minimal 28 kali letusan, di mana letusan terbesar terjadi pada 1931. Pada 1930-1931, arah letusan dominan ke arah barat daya. Letusan pada tahun tersebut cukup besar dan memunculkan kepulan asap dan debu yang menyembur dari puncak Merapi, ditambah dengan awan panas atau yang biasa disebut wedhus gembel.

Pada periode ini, letusan pada 1930 juga dianggap sebagai salah satu letusan terbesar Merapi.

Kejadian tersebut diperkirakan menimbulkan ribuan korban jiwa dan menghancurkan 13 desa dan 23 desa lainnya rusak parah. Dilansir dari Detik, 1.369 orang tewas dalam bencana itu.Selain manusia, amukan gunung yang berada di wilayah Yogyakarta Utara itu juga menghancurkan berhektar-hektar lahan pertanian dan rumah penduduk.

Tidak hanya itu, ribuan hewan ternak milik warga mati terkena amukan awan panas atau yang biasa disebut warga setempat dengan sebutan wedhus gembel. Peristiwa itu menjadi trauma tersendiri bagi warga yang sempat mengalaminya. Pada 1933-1935 dan 1961 terjadi erupsi eksplosif yang menimbulkan banjir lahar.

Setelah itu, pada 1994 gunung meletus dengan meruntuhkan kubah lava bervolume 2,6 juta meter kubik. Peristiwa itu memunculkan awan panas sejauh 6,5 kilometer ke arah barat laut dan selatan, serta mengakibatkan 64 orang tewas dan puluhan luka-luka. Empat tahun berselang, Merapi kembali erupsi, tapi tidak memunculkan korban jiwa, karena awan panas mengarah ke atas.

Pada 2000-an, erupsi Merapi terbesar terjadi pada 5 November 2010. Dari data BNPB, pada 3 November 2010, aktivitas Gunung Merapi  meningkat dengan adanya awan panas beruntun mulai pukul 11.11 WIB hingga 15.00 WIB tanpa henti dengan jarak luncur awan panas mencapai 9 km dari puncak Gunung Merapi. Radius aman menjadi 15 km dari puncak.

DOWLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Kemudian pada 4 November 2010, terjadi erupsi lanjutan dengan jarak luncur awan panas mencapai 14 km dari puncak.Hingga pada 5 November 2010 pukul 01.00 WIB daerah aman ditetapkan di luar radius 20 km dari puncak. Letusan didahului dengan suara gemuruh yang terdengar hingga jarak 29 km dari puncak gunung Merapi, yaitu Kota Yogyakarta. Terdengar juga hingga Kota Magelang dan Wonosobo.

Hujan kerikil dan pasir mencapai Kota Yogyakarta bagian utara, sedangkan hujan abu vulkanik pekat melanda hingga Purwokerto dan Cilacap. Pada siang harinya, debu vulkanik telah mencapai sejumlah wilayah di Jawa Barat.

Pada 5 November 2010, di Desa Ngadipuro Kecamatan Dukun Magelang, atap rumah, jalan, hingga pepohonan, terlihat kelabu terkena debu. Listrik padam sejak tiga hari sebelumnya.Desa tersebut sepi. Warganya mengungsi karena berada pada radius 12 km dari puncak gunung. Tak hanya Ngadipuro, hampir semua desa di lereng Merapi sepi tak berpenghuni takut terkena bahaya Merapi.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman jumlah korban bencana erupsi Gunung Merapi sampai dengan 2 Desember 2010 mencapai 277 orang. (*/Dek)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: