Seniman Kelahiran Bali Gelar Aksi Seni Kejadian Di Pusat Kota Magelang

BNews–MAGELANG— Seorang seniman kelahiran pulau Dewata Bali yang tinggal menetap di Kota Magelang menggelar sebuah aksi pertunjukan seni rupa (10/6/2021). Ia adalah I Made Arya Dwita Dedok, yang menunjukan bakatnya dalam seni rumah di tengah Kota Magelang.

Dirinya  menggelar pertunjukan seni kejadian atau happening art di samping Tugu Aniem (Titik Nol Kilometer) Kota Magelang. Dan kali ini mengusung tema Kampung Pancasila.

Made Dedok sapaan akrabnya melukis di atas sebuah kanvas berukuran besar. Banyak warga sekitar yang mengelilingnya untuk melihat karyanya.

Dia berujar, karya ini merupakan respon atas kondisi lingkungan di Kota Magelang. Juga suasana kehidupan sosial di era serba modern, serba cepat, dan serba tidak terduga.

Lalu, lanjutnya terkait informasi yang mulai membanjiri media sosial. Membawa konsekuensi, serta tanggung jawab bagi semua orang.

“Ada sisi negatif yang bisa merusak kehidupan kebersamaan kita sebagai bangsa. Tetapi kemajuan teknologi juga banyak membawa kita ke kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya,” katanya.

Berbekal pemahaman akan dunia, dan lingkungan era sekarang tersebut, seniman kelahiran tahun 1971 ini melukis on the spot tentang cinta.

Yakni tentang lingkungan, kebhinekaan, keberagaman, dan tentang semua insan yang ada di Kota Magelang.

Khususnya di kawasan alun-alun, menurutnya sebagai Kampung Pancasila. Sebagaimana keberadaan alun-alun yang dikelilingi beragam rumah ibadah. Ada kelenteng, masjid, dan gereja.

“Karya ini persembahan saya, tepat di usia saya 50 tahun,” ungkapnya.

Mengetahui ada aksi melukis tunggal ini, Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz  langsung meninjau.

 Dia mengapresiasi Made Dedok dalam memasyarakatkan kesenian. Membuat kreativitas di tepi jalan seperti ini, membuat Kota Magelang lebih “hidup”.

“Ini harus didukung. Jangan malah dicegah. (Melukis) di tempat lain silakan. Kota Magelang harus jadi tempat seni budaya. Tidak hanya bangunan-bangunan mati, tapi seni-seni juga harus hidup,” tambahnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: