Siap Bersaing dengan Ritel, Sepuluh Toko Santri Gayeng Diresmikan Pemprov Jateng

BNews—REMBANG— Komitmen Pemerintah Provinsi Jateng dalam program pemberdayaan ekonomi pesantren (ekotren) mulai ditingkatkan. Siang tadi (21/10), Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen meresmikan toko santri gayeng (Tosaga) yan merupakan wadah kegiatan ekonomi santri.

Sedikitnya ada sepuluh tosaga yang diresmikan secara bersamaan. Toko toko ini tersebar di sejumlah kota di Jawa Tengah. Diantarnaya di Kabupaten Rembang, Pati, Demak, Semarang, dan Temanggung.

Advertisements


“Jawa Tengah harus bisa menjadi percontohan untuk pertumbuhan ekotren itu,” kata Wakil Gubernur Taj Yasin usai peresmian secara simboilis Tosagadi Ponpes Al Qur’an, Desa Narukan, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Senin (21/10).


Munculnya Tosaga ini diharapkan bisa menjadi wadah pemasaran produk-produk pesantren dan UKM sehingga ekotren terus tumbuh. Ke depan, pihaknya berharap Tosaga bisa bersaing dengan toko ritel yang ada.

Wagub mengatakan ekotren ini akan terus dikembangkan di seluruh Jawa Tengah. Dengan potensi yang dimiliki hal itu sangat mungkin diwujudkan.

Di Jawa Tengah sendiri, kata dia, setidaknya ada 4.759 pesantren dengan 115 ribu lebih santri. Di antara pesantren-pesantren itu, terdapat sejumlah produk UKM yang berkualitas bagus.

SIAP : Wagub Jateng memotong pita persemian toko santri gayeng siang tadi. (Foto : humas pemprov jateng)

“Banyak UKM yang berkembang di pondok pesantren. Jika 50 persen dari jumlah pesantren itu memiliki usaha, kreasi, dan inovasi, maka ekotren yang kita cita-citakan itu akan tumbuh pesat,” terangnya.

Tosaga tersebut merupakan wujud nyata dari upaya pemerintah dalam menciptakan ekotren, yaitu ekonomi pesantren. Tak hanya menyediakan tempat jualan, nantinya Tosaga juga akan diberikan pendampingan dan pelatihan.

“Kami akan memberikan pelatihan seperti manajemen toko, mulai sistem pergudangan hingga penyajian. Juga perputaran keuangan dengan komputerisasi. Ke depan ini juga akan ditingkatkan dengan sistem online sehingga bisa terhubung dengan Tosaga lainnya,” jelas Taj Yasin.

Sementara itu, Kiai Zaenul Umam Nursalim selaku Pengasuh Ponpes Al Qur’an mengatakan keberadaan Tosaga Koppontren Al Qur’an tersebut sangat memberikan manfaat bagi para santri dan masyarakat sekitar. Selain untuk memenuhi kebutuhan pokok, Tosaga Koppontren Al Qur’an juga menjadi agen penyalur BPNT bagi masyarakat Desa Narukan.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Dinas Koperasi, dan pihak yang telah memberikan pelatihan untuk pengembangan Koppontren Al Qur’an ini. Selama ini kami juga sudah bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Rembang terkait penyaluran BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) bagi masyarakat Narukan yang menerima bantuan,” ujarnya.

Selain Taj Yasin Maimoenn peresmian Tosaga Koppontren Al Qur’an di Desa Narukan, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting seperti Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Tengah Ema Rachmawati dan Kepala Biro Kesra Jawa Tengah Imam Maskur. Selain itu juga ada perwakilan dari Sampoerna Ritel Community (SRC) yang juga berperan dalam pengembangan Tosaga, terutama terkait manajemen toko. (lhr/her)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: