Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Simak! Ini Alasan Medis Kenapa Hubungan Sedarah Dilarang

Simak! Ini Alasan Medis Kenapa Hubungan Sedarah Dilarang

  • calendar_month Sen, 9 Agu 2021

BNews—KESEHATAN— Hubungan sedarah merupakan hal yang tabu bagi sebagian besar masyarakat. Secara norma, tindakan ini dinilai tidak bisa dibenarkan, terlebih jika dilakukan atas paksaan.

Secara medis pun, hubungan sedarah bisa mengundang risiko. Hubungan sedarah atau dikenal dengan istilah inses adalah tindakan seksual yang dilakukan oleh dua individu yang memiliki ikatan keluarga.

Selain tidak dibenarkan secara moral dan norma sosial, tindakan ini juga berdampak buruk bagi kesehatan, terutama pada keturunan biologis.

Hal tersebut dapat terjadi karena pasangan yang masih memiliki ikatan darah dapat membawa faktor genetik langka. Bila keduanya bertemu, maka dapat menyebabkan penyakit bawaan atau cacat genetik pada janin yang dikandungnya.

Oleh karena itu, ketertarikan tidak bisa dijadikan alasan bagi dua orang yang memiliki ikatan keluarga untuk melakukan hubungan sedarah, apalagi jika hubungan tersebut dilakukan atas dasar paksaan.

Risiko Akibat Hubungan Sedarah

Ada beberapa kemungkinan terburuk yang dapat terjadi pada keturunan dari hubungan sedarah, yaitu:

  1. Anak berisiko tinggi terlahir dengan kelainan genetik
  2. Gangguan mental dan disabilitas intelektual
  3. Kelainan fisik bawaan
  4. Kematian

Apalagi jika hubungan sedarah yang terjadi merupakan suatu pelecehan seksual, dampak buruk tidak hanya mengintai keturunannya, tetapi juga pada korban yang kebanyakan adalah perempuan.

Berikut ini adalah dampak buruk yang dapat terjadi pada wanita yang menjadi korban pelecehan seksual sedarah:

  1. Nyeri pada vagina dan anus
  2. Perdarahan
  3. Infeksi pada alat kelamin dengan gejala berupa keputihan atau nyeri saat berkemih
  4. Penyakit menular seksual
  5. Konstipasi
  6. Kehamilan yang tidak diinginkan

Tak hanya itu, pelecehan seksual sedarah juga bisa berdampak pada sisi psikologis. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dialami korbannya:

  1. Depresi
  2. Gangguan tidur
  3. Gangguan stres pascatrauma atau PTSD
  4. Gangguan makan
  5. Penyalahgunaan narkoba
  6. Percobaan bunuh diri

Di Indonesia sendiri, hubungan sedarah adalah hubungan yang tidak diakui di mata hukum. Bahkan, tindakan seksual terhadap anak di bawah usia 18 tahun yang dilakukan oleh anggota keluarga sendiri merupakan bentuk pelanggaran hukum yang diatur oleh UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Jika Anda mencurigai adanya gelagat yang tidak biasa di dalam keluarga, Anda bisa mencurigai kondisi ini. Coba dekati anak Anda dan tanyakan secara baik-baik mengenai apa yang ia alami.

Jika ia terlihat tertekan dan tidak mau bercerita saat itu, jangan memaksanya. Anda bisa menanyakannya lagi di lain waktu saat kondisi emosionalnya stabil dan memungkinkan.

Bila perlu, Anda bisa membawa saudara atau anak yang dicurigai memiliki hubungan sedarah ke dokter agar dapat diperiksa lebih lanjut. Jika terdapat indikasi kuat adanya hubungan sedarah terkait pelecehan seksual, hal ini perlu mendapat tindak lanjut dari pihak berwajib. (mta)

Sumber: alodokter

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less