Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Sistemasi Pengelolaan Sampah, PPKO HMJM FE Untidar Bentuk Nawasena Kemala di Pakis Magelang

Sistemasi Pengelolaan Sampah, PPKO HMJM FE Untidar Bentuk Nawasena Kemala di Pakis Magelang

  • calendar_month Kam, 15 Agu 2024

BNews–MAGELANG– Desa Daleman Kidul, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang membentuk tim penggerak sampah tingkat desa. Program pembentukan ini didampingi Tim PPK Ormawa HMJM FE UNTIDAR Magelang

Pembentukan tim tersebut sebagai wujud inovasi dalam membentuk kesadaran masyarakat akan pentingnya permasalahan dalam pengelolaan sampah yang kompleks.

Hadirnya kelembagaan tingkat desa tersebut mampu mengintegrasikan berbagai aspek dalam pengelolaan sampah dari pengumpulan, pemilahan, sampai pengolahan sampah secara terpadu.

Dengan bantuan aplikasi pencatatan secara digital, masyarakat dapat melaporkan keberadaan sampah.

Mulai dari pengambilan sampah, pengangkutan sampah, hingga pemantauan dalam proses pengelolaan sampah secara transparan.

Pembentukan kelembagaan rumah sampah digital di tingkat Desa Daleman Kidul dibentuk dengan nama Nawasena Kemala.

Nama tersebut berasal dari dua kata, yakni Nawasena yang artinya masa depan yang cerah dan Kemala adalah kesempurnaan yang memberikan keuntungan.

Jumlah pengurus di kelembagaan tingkat desa berjumlah 13 pengurus yang terdiri dari pengurus inti, meliputi; ketua, manajer umum, manajer produksi, manajer keuangan, dan manajer operasional.

Selain itu, pengurus yang membantu di bawahnya antara lain; administrasi, divisi pemilahan dan pengumpulan, divisi penyimpanan, teller, koordinator sampah organik dan anorganik, serta koordinator antardusun.

IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Ketua acara, Fahar menjelaskan bahwa tujuan dibentuknya kelembagaan adalah memberikan kesadaran masyarakat Desa Daleman Kidul dalam pengelolaan sampah.

”Utamanya dalam pengelolaan sampah yang baik dan benar,” katanya, Kamis (15/8).

Fahar berharap, masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam program tersebut supaya tercipta kerja sama.

”Dan semangat dalam gotong royong, bersih, dan lebih bersih,” harapnya.

Sebelum sesi pembentukan kelembagaan dibuat, masyarakat diberikan sesi diskusi untuk membahas hasil pengolahan sampah organik dan anorganik.

Di mana, ke depannya akan dijadikan sebagai maggot dari olahan produk sampah organik dan kerajinan tangan berbahan sampah anorganik.

Salah satu pengurus bank sampah Dusun Gumuk Jiyatno menjelaskan harapannya bahwa produk olahan sampah yang dikelola ke depannya dapat dipasarkan secara luas.

”Supaya masyarakat dalam mengelola sampah dengan semangat,” jelasnya.

Adapun dalam pembentukan tim penggerak sampah tingkat desa, Susanti yang menjadi perwakilan Dusun Genting terpilih menjadi ketua.

Dengan terpilihlah ketua bank sampah tingkat desa ini dapat dijadikan sebagai bukti nyata bahwa masyarakat desa mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Termasuk menjawab tantangan dalam pengelolaan sampah yang dapat dikelola secara berkelanjutan supaya dapat memotivasi dan menginspirasi desa di sekitarnya. (adv)

Penulis: PPK Ormawa HMJM FE Universitas Tidar 2024

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less