SMK Muhammadiyah 2 Muntilan Mulai Perkuat Peran Teaching Factory

BNews–MAGELANG– Langkah perkuat peran teaching factory (tefa) dilakukan oleh SMK Muhammadiyah 2 Muntilan, Kabupaten Magelang. Hal tersebut dilakukan setelah mereka berhasil mendapatkan bantuan tefa dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi  (Kemenristekdikti).

Yakni untuk kompetensi keahlian Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB). Bantuan itu diterima akhir Agustus lalu.

Ketua Program Keahlian MPLB Eva Widyaningtyas menyebutkan, bantuan itu berupa program pusat pembelajaran logistik. Pihaknya bekerjasama dengan PT Pos Indonesia (Persero).

 Keuntungan dari kolaborasi ini,  lanjutnya siswa mendapat kesempatan belajar mengelola logistik secara profesional. Mentornya langsung dari pihak industri logistik dan guru yang bersertifikat industri.

“Selain siswa belajar tentang logistik, mereka dapat melakukan kewirausahaan di bidang logistik,” kata Eva, pekan lalu.

Sementara Kepala SMK Muhammadiyah 2 Muntilan Untung Supriyadi mengaku terus berinovasi, agar manfaat program tefa bisa dirasakan langsung oleh siswa. Kegiatan itu bertujuan meningkatkan mutu siswa, agar berdaya saing di dunia usaha dan dunia kerja (induka).

Menurutnya, hal itu sekalipun mereka menempuh pendidikan di tengah pandemi Covid-19.  “Ini tantangan besar,” katanya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Wujud implementasi tefa MPLB, pihaknya akan membuka layanan jasa logistik. Seperti jasa  pengiriman paket, dokumen, layanan pembayaran secara elektronik atau e-payment. “Ini peluang yang bisa kami optimalkan saat pandemi, karena sekarang orang malas kemana-mana, dan lebih senang berbelanja secara online. Anak-anak kami latih menjadi startup, karena kami punya mimpi, tefa ini akan menjadi bagian dalam pengiriman barang dan hasil penjualan anak-anak,” tuturnya dengan penuh harapan.

Selain tefa MLB, pihaknya juga memiliki tefa percetakan EzemchaMU untuk kompetensi keahlian Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKL). Percetakan ini hidup, dan bisa menghidupi.

Terkait hubungan dengan PT Pos Indonesia (Persero), terjadi kesepakatan bersama. Yakni mengimplementasikan 8+i link and match. Meliputi sinkronisasi kurikulum, pembelajaran berbasis proyek, guru tamu dari industri, praktik kerja lapangan, sertifikasi kompetensi guru dan siswa, pelatihan guru dari industri, riset, dan penyerapan lulusan di industri terkait.

“Sementara huruf “i” ini diartikan dengan berbagai kemungkinan kerjasama yang dapat dilakukan dengan dunia kerja. Di antaranya beasiswa dan atau ikatan dinas, donasi dalam bentuk peralatan laboratorium, dan lainnya,” bebernya.

Ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu. Mengingat seleksi untuk mendapatkan bantuan TEFA sangat ketat. Mulai dari administrasi, perencanaan, sampai wawancara. Dari 1.237 SMK negeri dan swasta, hanya delapan sekolah yang mendapatkannya. Ia merasa bangga.

“SMK Muhammadiyah 2 Muntilan adalah satu-satunya sekolah swasta yang beruntung mendapat bantuan ini,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: