Suhu di Magelang Diprediksi Capai 19* Celcius Dalam Tiga Hari Kedepan

BNews—MAGELANG—Udara dingin belakangan dirasakan oleh warga di Kabupaten Magelang dan sebagian besar pulau jawa. Di wilayah perkotaan Magelang, udara paling dingin diperkirakan akan mencapai 19* celcius dalam dua atau tiga hari mendatang.

Pantuan pengatur suhu, saat berita ini ditulis (19/6) pukul 19.00 suhu di sekitar Magelang sudah di angka 230  celcius. Lumayan dingin.

Di Dieng Wonosobo, bahkan menyentuh 00 celcius. Itu terjadi pada Sabtu (18/5) lalu.

Dengan suhu sedingin itu, maka terbentuklah butiran-butiran es yang berasal dari embun. Warga Dieng menyebut bun upas atau embun beku. Meski relatif masih terbatas lokasinya, hanya di kawasan sekitar Candi Arjuna, tetapi cukup membuat heboh bahkan menjadi viral di media sosial.

BMKG merilis  udara di akan terasa lebih dingin dari biasanya. Hal tersebut dikarenakan terjadinya Monsoon Dingin Australia yang berlangsung dari bulan Juni hingga puncak musim kemarau atau September nanti.

Benua Australia saat ini berada dalam periode musim dingin. Tekanan udara di wilayah Australia cukup tinggi, sehingga terbentuk antisiklon di daerah tersebut serta massa udara yang bersifat dingin dan kering. Sementara itu, di wilayah Asia mengalami musim panas dan terdapat daerah tekanan rendah sehingga terbentuk siklon.

“Adanya pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia dan rendah di Asia ini, menyebabkan pergerakan massa udara dari Australia dengan membawa massa udara dingin dan kering tersebut ke Asia melewati Indonesia yang kemudian dikenal dengan istilah Monsoon Dingin Australia,” jelas BMKG dalam siaran persnya.

Khusus untuk wilayah Jawa, secara umum tutupan awan relatif sedikit dan pantulan panas dari bumi yang diterima dari sinar matahari tidak tertahan oleh awan, tetapi langsung terbuang dan hilang ke angkasa. 

“Hal ini juga menyebabkan suhu udara musim kemarau menjadi lebih dingin dari suhu udara musim hujan. Selain itu pada musim kemarau kandungan air di dalam tanah juga semakin menipis, kandungan uap air di udara juga rendah, indikatornya bisa dilihat dari rendahnya kelembaban udara. Ini juga berpengaruh terhadap bertambah dinginnya udara,” lanjutnya. (bn1/bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: