Sultan Tidak Melarang Warga Jogja Gelar Malam Tirakatan Kemerdekaan, Begini Syaratnya

BNews–JOGJA-– Malam hari sebelum kemerdekaan Indonesia, biasanya masyarakat melakukan tirakatan atau doa bersama. Namun, saat pendemi beberapa wilayah menghimbau untuk tidak mengadakannya terlebih dahulu.

Namun berbeda di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang memperbolehkan tetap mengadakannya. Namun terdapat beberapa syarat yang harus diterapkan, mengingat masih pandemi covid-19.

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X menuturkan di kalangan pemerintahan, peringatan kemerdekaan RI hanya pada 17 Agustus mendatang. Pihaknya akan lakukan pengibaran bendera di Gedung Agung pukul 07.00 WIB.

Nanti, lanjutnya dilanjutkan menyaksikan peringatan peringatan oleh Istana Negara pukul 10.00 WIB. “Sehingga tidak ada acara resepsi, tirakatan, tidak ada,” katanya kemarin (11/8/2020).

Sementara untuk masyarakat, ia mengimbau agar dalam menyelenggarakan kegiatan Agustusan tetap mematuhi protokol Kesehatan. “Saya tidak akan melarang, tapi tolong [patuhi protokol Kesehatan]. Karena kondisinya [Covid-19] masih fluktiatif di DIY,” imbuhnya.

Ia menjelaskan baik pada malam tirakatan maupun kegiatan lainnya, masyarakat agar tetap mematuhi protokol Kesehatan. Antara lain dengan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan lainnya.

“Saya berharap masyarakat dapat memahami karena dari pemerintah pusat juga sudah mengambil kebijakan serupa,” harapnya.

Sementara terkait Instruksi Presiden yang mengatur pengenaan sanksi bagi pelanggar protokol Kesehatan, ia memastikan belum akan sampai menjadikannya regulasi tingkat provinsi.

“Pengertian sanksi [dalam Inpres] kan dimungkinkan, artinya bisa iya bisa tidak,” ungkapnya.

Meski demikian, ia mempersilakan jika kota dan kabupaten menerapkan sanksi tersebut.

Menurutnya, sanksi memang lebih pas diterapkan di tingkat kota dan kabupaten. “Biar tingkat dua yang lakukan, wong yang punya [wilayah] tingkat dua,” pungkasnya. (*/Lubis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: