Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Terduga Teroris yang Ditangkap Warga Kaliangkrik, Berikut Penuturan Ibunya

Terduga Teroris yang Ditangkap Warga Kaliangkrik, Berikut Penuturan Ibunya

  • calendar_month Rab, 15 Mei 2019

BNews-KALIANGKRIK-Terduga teroris yang ditangkap oleh Tim Densus 88 salah satunya diketahui berinisial AH, 26, warga Prampelan Desa Adipuro Kecamatan Kaliangkrik. Dia diamankan tim densus 88 di rumah kontrakannya di Godong Kabupaten Grobogan, kemarin.

Dia ditangkap tim densus jelang subuh. Saat ditangkap dia dirumah bersama istri dan anak balita.

Borobudur News langsung melakukan penelurusan di rumah terduga. Rumah tersebut nampak sederhana.

AH merupakan anak pertama dari empat saudara. Ayahnya buruh tukang. Kerjanya tidak tetap.

Saat borobudurnews mendatangi rumahnya, ibunya mengaku sudah mendapatkan kabar penangkapan anaknya tersebut. Dia sedih. Menangis.

NEWS: Rumah terduga teroris yang diamankan Densus 88 di Prampelan Desa Adipuro Kecamatan Kaliangkrik (15/5)--(Foto--Han)
NEWS: Rumah terduga teroris yang diamankan Densus 88 di Prampelan Desa Adipuro Kecamatan Kaliangkrik (15/5)–(Foto–Han)

Dia mengaku tidak meyangkan anaknya terlibat organisasi terlarang. AH sendiri diduga terkait jaringan Santoso.

“Mboten nyongko. Kaget,” kata Mugo Slamet, 45, ibu kandung terduga ketika ditemui borobudurnews, di kediamannya.

Dimatanya, anaknya baik. Tidak pernah neko-neko. Sopan juga mudah bergaul dengan siapapun.

Ibunya mengaku anaknya terakhir pulang pada malam sebelum Pemilu. Dia datang sendirian menggunakan kendaraan bermotor. Dia jarang pulang bersama anak dan istrinya.

Anaknya memang jarang pulang kerumah. Sebulan sebelum Pemilu anaknya juga pulang. Ibunya kaget anaknya membawa laptop hanphone dan alat elektronik lainnya. Tidak seperti biasanya.

“Kalau anak saya itu biasa. Tidak pernah neko-neko. Penampilan juga biasa. Ngaji juga biasa. Tidak pernah lihat bawa kitab-kitab atau buku-buku aneh,” tuturnya.

AH sendiri sejak SMA tidak pernah dirumah. Dia sekolah di Cirebon sebelum akhirnya kuliah di Semarang. Namun, dia hanya bertahan setahun kuliah dan menikah dengan orang Tawangmangu.

Sebagai seorang ibu, dia berharap anaknya tidak bersalah. “Semoga salah tangkap. Dan anak saya dibebaskan,” harap dia sembari menangis.

Untuk diketahui, AH ditangkap Tim Densus 88 bersama sejumlah terduga lainnya di beberapa daerah di Jateng. AH diciduk di Grobogan jelang subuh. (han/bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less