IKLAN PARTAI HUT DEMOKRAT

Tolong, Ibu Muda Asal Dukun Ini Harus Bertahan dengan Kaki Membusuk

BNews—DUKUN— Kaki Gunung Merapi di Kabupaten Magelang nampak cerah pagi tadi (28/5). Borobudur News, menapaki jalan menanjak menuju ke Desa Ngargomulyo Kecamatan Dukun. Desa itu ada di paling ujung, berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Merapi. Dari sana Merapi nampak jelas.

Di Dusun Sabrang desa tersebut, tinggal seorang ibu muda dengan kondisi yang mengenaskan. Kakinya membusuk. Baunya menyengat.

Perempuan itu bernama Warsih. Dia tinggal di sebuah rumah gubug. Dindingnya dari gedek, anyaman bambu. Beberapa sudah berlubang. Lantainya tanah. Kalau hujan atapnya bocor.

Untuk menuju rumah itu harus melewati gang sempit diantara rumah-rumah penduduk. Dari samping, rumah itu nampak sudah reot, agak miring.

Loading...

Setiap harinya, Warsih, yang masih berusia 25 itu tinggal bersama nenek, adik dan keponakannya. Juga anaknya. Keluarga itu hanya mengandalkan satu orang buruh serabutan.

Setiap harinya, Warsih hanya menghabiskan waktunya tidur di ranjang bambu. Beralaskan kasur lipat tipis. Hanya televisi tabung berukuran 14 inci yang menemani. Pun gambarnya tidak jelas.

Berselimut lurik putih biru, Warsih nampak lemas. Badannya makin kurus. Kakinya dibungkus berbagai kain untuk meminimalisir bau amis.

Kondisi yang dialami Warsih ini bermula sejak akhir tahun lalu. Dia mengalami kecelakaaan di daerah Wonolelo Kecamatan Muntilan. Dia ditabrak mobil. Kakinya sebelah kiri patah.

VIDEO WARSIH TERBARING LEMAH DI RUMAHNYA

Usai kecelakaan, dia sempat dilarikan ke RS Sardjito Yogyakarta. Kakinya harus dipasang pen.

Setelah mengalami perawatan tersebut, Warsih dibawa pulang untuk dirawat dirumah oleh nenek dan adik-adiknya. Penyakitnya mewajibkan dia harus rutin kontrol. Rutin dikasih obat, rutin ganti perban.

“Aturannya ganti perban itu 5 hari sekali, maksimal seminggu sekali ganti perban sekaligus kontrol ke RS Sardjito,” katanya sambil tiduran karena duduk pun dia tidak mampu.

Warsih juga menambahkan seharusnya pen yang dipasang di kaki kirinya ini harus dilepas bulan Maret 2019 lalu, namun terkendala dengan biaya. “Kemarin saat operasi ada Kartu Indonesia Sehat, namun katanya sudah tidak bisa dipergunakan karena harus diperbaiki,” tuturnya.

Sejak itu, dia tidak bisa berobat. Hanya diam dirumah. Tidak ada biaya membuatnya tidak tahu harus berbuat apa.

“Dulu setelah kontrol itu masih bisa duduk dan menggerakan kaki kirinya, namun semenjak mulai membusuk ini rasanya sudah kaku, panas dan perih. Macem-macem rasanya,” paparnya.
Beberapa temannya banyak yang berdatangan. Beberapa mencoba mengupload di media sosial untuk mencari bantuan.

“Ini teman-teman saya yang sering datang kesini yang mungkin membuat postingan tersebut, untuk mencari bantuan mengatasi penderitaan yang saya alami,” jelasnya.

Kepala Desa Ngargomulyo, Yatin menambahkan bahwa selama ini banyak warga yang sudah memberrikan bantuan. Namun, dengan kondisinya saat ini bantuan yang terbatas masih belum banyak menolong.

“Sudah kami lakukan bersama warga untuk membantu namun memang banyak kendala sehingga belum bisa tertangani. Kedepan saya akan berkoordinasi dengan jajaran terkait, ya mulai dari TKSK Kecamatan Dukun untuk konsultasi dan berkoordinasi terkait musibah yang dialami Warsih,” tambahnya.

“Namun bila ada pihak-pihak yang tetap ingin membantu silahkan langsung ke bersangkutan, pihak desa akan terus berupaya membantu warga kami,” pungkasnya. (bsn/bn1)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: