Tragedi Siswa SMP Tewas Hanyut di Kali Sempor, Sekolah Dianggap Ceroboh

BNews—SLEMAN— Tragedi ratusan pelajar SMP Negeri 1 Turi Sleman yang terseret arus Kali Sempor saat melakukan kegiatan pramuka, susur sungai, kemarin sore (21/2) tidak seharusnya terjadi. Pihak sekolah dituntut bertanggungjawab karena menyebabkan sedikitnya enam siswanya meninggal, lima orang hilang dan lainnya luka-luka.

Hal tersebut diungkapkan akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta Bagas Pujilaksono Widyakanigara. Bagas menilai, Kepala SMPN 1 Turi Sleman bisa dituntut untuk dipidanakan.

”Karena ini bukan musibah. Ini murni kebodohan. Keteledoran kepala sekolah, guru-guru dan pembina pramuka,” kata Bagas.

Dirinya mengaku tidak habis pikir. Di saat musim hujan dengan intensitas cukup tinggi, ratusan siswa diminta melakukan kegiatan pramuka susur sungai.

”Mengapa bukan kepala sekolah, guru-guru dan Pembina pramukanya yang susur sungai? pikirannya ada dimana?” tanya dia, kesal.

Ia mengaku mendapat informasi, bila sebelum acara susur sungai sempat diingatkan warga setempat. Namun, guru menjawab bila takdir hidup dan mati ditangan Tuhan.

”Guru bodoh. Kenapa anak didik yang harus jadi korban,” ucapnya.

Baca juga: Daftar Sementara Korban Tragedi Siswa SMP Hanyut di Kali Sempor Turi Sleman

Bagas meminta, pihak sekolah tidak hanya menyampaikan permohonan maaf. Namun juga bertangung jawab secara hukum karena dianggap teledor membiarkan siswa turun ke sungai di tengah arus kali cukup deras.

”Pidanakan sekolah. Perlu ada evaluasi menyeluruh perihal pelaksanaan kegiatan pramuka di sekolah,” pinta dia.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebanyak 257 pelajar mengikuti susur sungai sebagai bagian dari kegiatan pramuka. Lantaran tidak kuat menahan derasnya Kali Sempor di Dusun Dukuh, Desa Donokerto, para siswa terseret arus sungai sejauh satu hingga dua kilometer.

Tubuh korban yang hanyut ditemukan tersangkut bebatuan kali. Hingga berita ini ditulis, tercatat enam siswa meninggal dan lima lainnya masih dalam proses pencarian. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: