Update : Bertambah 4, Total Ada 72 Kasus Positif Covid-19 di Kota Magelang

BNews—MAGELANG—Jumlah kasus positif Covid-19 Kota Magelang mengalami penambahan. Update data perhari ini (11/8/2020) pukul 12.00 WIB, terdapat tambahan empat kasus positif sehingga total kumulatif menjadi 72 orang.

Berdasarkan data yang dilansir Borobudur News dari laman resmi Pemerintah Kota Magelang, covid19.magelangkota.go.id. Dari 72 orang terkonfirmasi positif tersebut ada sepuluh yang sedang dirawat, 45 telah sembuh, sembilan pulang isolasi dan delapan orang berstatus positif Covid-19 meninggal dunia.

Untuk kasus suspek, hingga kini ada 428 orang dengan rincian 392 discarced dan 14 dirawat. Kemudian 14 orang menjalani isolasi mandiri dan delapan berstatus suspek meninggal dunia.

Hingga saat ini, kasus kontak erat di Kota Magelang berjumlah 629 orang dengan rincian 424 orang sehat, 205 dalam tahap pantauan. Selanjutnya, kasus probable di Kota Magelang terdapat lima kasus yang seluruhnya meninggal dunia.

Perlu diketahui bahwa Dinas Kesehatan Kota Magelang telah menyesuaikan aturan penamaan baru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 yang diteken Senin, 13 Juli 2020. Terdapat beberapa istilah dalam Covid-19 yang mengalami perubahan.

Diantaranya orang dalam pemantauan (ODP) menjadi istilah kontak erat, pasien dalam pengawasan (PDP) menjadi kasus suspek. Orang tanpa gejala (OTG) menjadi kasus konfirmasi (bergejala dan tidak bergejala).

Kriteria suspek yakni orang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala, memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal. Selain itu, orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA, dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable Covid-19.

Kriteria suspek yang lain adalah bila orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Sementara untuk pasien yang sudah diswab atau tes PCR, jika positif disebut dengan pasien Covid-19 atau konfirmasi. Kasus konfirmasi dibagi menjadi dua yaitu kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik), dan kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik).

Kemudian pengertian discarded yakni seseorang berstatus kasus suspek dengan hasil pemeriksaan RT-PCR 2 kali negatif selama 2 hari berturut-turut dengan selang waktu lebih dari 24 jam. Kriteria lainnya, seseorang dengan status kontak erat yang telah menyelesaikan masa karantina selama 14 hari. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: