26 Pasien Positif Baru Covid-19 dan Satu Meninggal Dunia di Kabupaten Magelang

BNews—MAGELANG–Pemkab Magelang kembali mengupdate perkembangan kasus Covid-19 diwilayahnya. Pada Senin (18/10/2020) terdapat tambahan 26 pasien positif baru yang tersebar di sepuluh wilayah.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang Nanda Cahyadi Pribadi mengatakan dari tambahan tersebut, paling banyak dari Mertoyudan dengan sembilan orang. Disusul dari Tempuran dengan tujuh orang dan masing-masing dua orang dari Secang serta Borobudur.

“Kemudian masing-masing satu dari Grabag, Candimulyo,Windusari, Dukun, Salaman, dan Bandongan,” katanya.

Kendati demikian, pada hari ini juga ada 40 pasien yang dinyatakan telah sembuh. Mereka berasal dari Tempuran (13), Bandongan (9), Mungkid (8), Pakis dan Salam masing-masing tiga serta Windusari (2). Lalu masing-masing satu dari Salaman dan Mertoyudan.

“Dengan tambahan tersebut, jumlah pasien positif baik yang dirawat di rumah sakit maupun menjalani isolasi mandiri sebanyak 139 orang. Sedangkan total pasien yang sembuh hingga kini berjumlah 701 orang,” jelas Nanda.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Lebih lanjut, Nanda menyampaikan bahwa pada update data hari ini jumlah orang dalam pantauan sudah tidak ada. Namun jumlah PDP saat ini ada 20 orang dan total PDP yang pulang membaik mencapai 531 orang.

Tambah Nanda, pada hari ini terdapat satu PDP meninggal dunia asal Kecamatan Salaman. Serta satu PDP meninggal yang alih status menjadi konfirmasi, asal Kecamatan Tempuran.

”Sehingga jumlah kasus meninggal dunia hingga kini sebanyak 89 kasus. Dengan rincian, 69 berstatus PDP dan 21 berstatus konfirmasi,” jelas dia.

Dengan masih adanya jumlah pasien terkonfirmasi positif dan PDP itu, menandakan jika virus corona di Kabupaten Magelang masih ada. Nanda pun mengimbau warga agar mentaati Inpres No. 6 Tahun 2020 dan Perbub Kabupaten Magelang No. 38 Tahun 2020 tentang pendisiplinan dan penegakan hukum protokol kesehatan.

Seperti melakukan pengecekan suhu tubuh, pakai masker, cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Kemudian harus menjaga jarak antar individu minimal satu meter dan menghindari kerumunan serta disiplin mematuhi protokol kesehatan.

”Selain itu, warga juga bisa mengkonsumsi makanan bergizi, olah raga yang cukup dan minum vitamin serta menjaga daya tahan tubuh,” pungkasnya. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: