Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » WOW !!! Ada Buah Sawo Raksasa Di Pondok Tani Salaman Magelang

WOW !!! Ada Buah Sawo Raksasa Di Pondok Tani Salaman Magelang

  • calendar_month Sab, 20 Agu 2022

BNews–MAGELANG– Aneka raggam pohon buah-buahan memenuhi pekarangan Pondok Tani di Desa Kebonrejo Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang. Dimana pondok tersebut milik Moh. Khairul Saleh, 47, warga setempat.

Di Pekaranggannya berbagai pohon buah ada, seperti kelengkeng, alpukat, anggur, hingga Mamey Sapote atau yang biasa disebut sawo raksasa.

Dia sukses membudidayakan berbagai macam tanaman. Namun, dibalik kesuksesannya, ia harus melewati beberapa rintangan. Gagal panen hingga sempat tertipu oleh pembeli.

Sebelumnya, dia mengaku, sudah melanglang buana ke sana kemari mencari pekerjaan. Hingga lulus dari Fakultas Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) pada 2004, ia sempat berjualan bawang merah dan beberapa tanaman. Kemudian, suatu hari, dia melihat tayangan di televisi ada seorang mahasiswa yang keluar dari kuliah karena fokus menggeluti usaha di bidang otomotif.

Melihat kegigihan mahasiswa tersebut, membuat Irul termotivasi untuk memanfaatkan peluang yang ada di desanya. “Saya melihat di sini itu banyak tanaman dan saat itu banyak masyarakat yang mengeluh karena penjualannya terbilang susah,” jelasnya Agustus 2022 ini.

Pada sekitar 2011, dia mengunggah tanaman jualannya lewat online. Saat itu, trend penjualan secara online masih minim, bahkan dianggap tabu oleh sebagian orang. Setelah kisaran enam bulan, jualannya baru laku sekali pada November 2021 dan dikirim ke Medan.

Kemudian, dia mulai mengenal tanaman sawo jenis Mamey Sapote sejak 2012. Namun, Irul baru menanam sawo jenis ini sejak tujuh tahun yang lalu. Setiap pohon, memiliki masa panen masing-masing. Ada yang baru berbunga, berbuah kecil, agak besar, mendekati tua, dan siap panen. “Berbuahnya tidak bareng. Karena memang tidak mengenal musim,” ujarnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Selama ini, dia mengatakan, belum ada kendala yang signifikan. Terlebih, tanaman ini bersifat adaptif atau bisa ditanam di Indonesia. Baik di dataran rendah seperti di Semarang dan dataran tinggi di Wonosobo.

Dia mengatakan, selain dia, ada juga seorang dokter asal Surabaya yang membudi daya pohon ini untuk menangkal kanker. Karena sawo tersebut mengandung beta karoten. Sementara untuk di daerahnya, setiap rumah sudah mulai menanam, entah satu atau tiga pohon.

Irul menyebut, satu buah sawo bisa memiliki berat hingga dua kilogram. Dia memiliki sekitar 15 pohon sawo. Enam di antaranya ditanam di rumah dengan teknik sambung. Sedangkan sembilan lainnya ditanam di perkebunan. “Yang di kebun, kemarin saya tanam dari bijinya. Ternyata berbuahnya lama. Barulah sekitar lima atau enam tahun, sudah berbuah,” ujarnya.

Dulu, dia membeli tanaman itu dengan tinggi 50 sentimeter seharga Rp 500 ribu. Sedangkan tanaman sawo dengan teknik sambung jika dijual di pasaran kisaran Rp 750 ribu-Rp 1,5 juta.

Menurutnya, tanaman ini memiliki kategori eksotis atau memiliki daya tarik dan tergolong langka. Ketika nantinya ada suatu penelitian yang membahas kandungan sawo tersebut, tidak menutup kemungkinan akan menjadi suatu perkebunan yang menarik.

Dalam sekali panen, satu pohon bisa mendapat 100 buah. Rata-rata dijual Rp 100 ribu per buah, baik berukuran kecil maupun besar. Biasanya, Irul menjual sawo itu kepada para pehobi yang kerap mengambil bijinya untuk kemudian membudidayakannya kembali. Karena ketika satu biji sawo disemai dan tumbuh satu jengkal, rata-rata dijual dengan harga Rp 150 ribu.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Dia menyebut, untuk pengembangannya memang tergolong sulit. Begitu pula ketika dicangkok. Kebanyakan mudah mati. Paling gampang, kata dia, dari biji sawo itu dilakukan dengan sambung susu. Karena cenderung akan mudah berbuah.

Ketika sawo dibelah, warna dan tampilannya seperti buah pepaya. Rasanya pun cenderung mirip dengan ubi cilembu. Namun, aromanya menyengat, khas buah sawo. Tapi, ketika orang Indonesia memakannya, belum terasa familier.

Irul menuturkan, belum lama ini, dia berhasil memanen satu pohon dan mendapatkan sebanyak 125 buah sawo raksasa. Saat itu, kebetulan anaknya meminta sepeda motor. “Kemarin satu pohon kisaran 125 buah dapat Rp 12 juta untuk beli sepeda motor second,” ujarnya.

Selain membudidayakan berbagai macam tanaman, dia juga aktif menggerakkan masyarakat yang dulunya pengangguran, kini menjadi satu ladang bisnisnya. Sehingga banyak pula menyerap tenaga kerja di desanya. (*)

IKUTI KAMI BOROBUDUR NEWS DI GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less