Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » WOW !! Pemkot Magelang Berencana Akan Bangun Parkir Bawah Tanah

WOW !! Pemkot Magelang Berencana Akan Bangun Parkir Bawah Tanah

  • calendar_month Sel, 13 Jun 2023

BNews–MAGELANG- Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang berencana membangun lahan parkir yang terletak di basement atau bawa tanah alun-alun Kota Magelang.

Namun keinginan Pemkot Magelang tersebut mendapatkan penolakan dari sejumlah elemen masyarakat dan anggota DPRD Kota Magelang.

Kawasan alun-alun Magelang pada jam dan waktu tertentu sangat padat akan kendaraan. Terlebih di hari libur dan akhir pekan, akan sangat sulit mendapatkan parkir di kawasan sekitar alun-alun.

Padahal banyak wisatawan luar kota yang ingin menikmati keindahan alun-alun dengan segala fasilitasnya. Seperti kuliner Tuin van Java (TVJ), Masjid Agung, kuliner kupat tahu, dan menara air PDAM.

Akibatnya banyak kendaraan roda empat dan bus pariwisata memilih melanjutkan perjalanan akibat tidak tersedianya lahan parkir.

Itulah yang mendasari Pemkot Magelang berencana membangun parkir bawah tanah di alun-alun Magelang.

Salah seorang pedagang TVJ Sugiyarto mengusulkan penambahan kawasan parkir di alun-alun agar dapat menampung kendaraan bus pariwisata.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Menurutnya banyak kendaraan bus yang susah memarkirkan kendaraannya karena ruas jalan seputar alun-alun yang sempit dan padat saat akhir pekan.

Bus pariwisata tersebut biasanya mampir ke alun-alun Magelang setalah berwisata dari Gunung Tidar maupun Candi Borobudur.

Pemkot Magelang berharap pembangunan parkir bawah tanah dapat mengurai kepadatan ruas jalan dan kemudahan akses parkir para pengunjung Alun-alun Kota Magelang.

Salah satunya dari anggota Komisi C DPRD Kota Magelang, Marjinugroho. Menurutnya Pemkot masih bisa mencari alternatif lain ketimbang membangun parkir bawah tanah.

Pembangunan tersebut katanya, membutuhkan biaya yang tidak sedikit. “Setidaknya butuh Rp10 miliar. Padahal dana untuk membangun pusat kuliner Tuin van Java sampai Air Mancur Menari Alun-alun saja tidak sampai segitu,” ujarnya.

Efek pembangunan parkir bawah tanah pasti akan menurunkan pendapatan pedagang kuliner Tuin van Java. Karena praktis harus meliburkan aktivitasnya karena proses pembangunan.

Padahal masyarakat masih membutuhkan sarana berdagang sebagai bagian dari pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.

“Pedagang mau bangkit lagi, malah diminta libur karena ada pembangunan. Baru saja bisa menikmati pertunjukan Air Mancur Menari, malah sekarang Alun-alun mau ditutup gara-gara ada pembangunan,” papar Marjinugroho.

Ketimbang membangun parkir bawah tanah yang berdampak luas bagi masyarakat, Marjinugroho meminta Pemkot mencari lahan alternatif lainnya.

Salah satunya adalah lahan parkir kendaraan roda dua dan roda empat bisa mengarah ke gedung eks Magelang Theatre (MT).

Karena lahan bekas Magelang Teater (MT) mempunyai luasnya 4.750 m2. Sehingga ratusan kendaraan roda empat dan roda dua bisa masuk. Pengunjung atau wisatawanpun lebih dekat menuju kawasan alun-alun.

Alternatif lain adalah agar pemkot menggandeng pihak Badan Pendidikan dan Latihan Keuangan (BPLK). Kantor BPLK yang berada di sebelah utara alun-alun Magelang mempunyai lahan parkir yang luas.

“Bisa dikerjasamakan dengan BPLK ketika kendaraan sedang ramai parkir. Secara tentatif baru dibuka, ketika lahan parkir utama sudah penuh.” katanya.

Solusi ini lebih efektif dan efisien ketimbang pemerintah harus menggelontorkan miliaran dana guna membangun lahan parkir bawah tanah alun-alun Kota Magelang. (*/ME)

About The Author

  • Penulis: Borobudur News

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less