Warga Lereng Merapi Magelang Arak Puluhan Tumpeng, Doa Tolak Bala Bikin Merinding
- calendar_month Sen, 8 Des 2025

Kirab gunungan merti bumi warga Lereng Merapi Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang.
BNEWS—MAGELANG— Warga Dusun Tutup Duwur, Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang; menggelar tradisi sedekah bumi dengan mengarak puluhan tumpeng dan gunungan hasil bumi, Kamis (4/12).
Tradisi turun-temurun ini menjadi simbol rasa syukur atas rezeki pertanian sekaligus permohonan keselamatan dari berbagai potensi bencana.
Selain melestarikan adat leluhur, sedekah bumi juga menjadi bentuk ikhtiar spiritual masyarakat agar senantiasa dijauhkan dari marabahaya; khususnya ancaman erupsi Gunung Merapi.
Diketahui, Dusun Tutup Duwur berada di kawasan Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Merapi, sehingga kewaspadaan kolektif menjadi bagian penting dalam kehidupan warga.
“Tradisi ini juga untuk memohon kepada Yang Maha Kuasa agar memberikan keselamatan, dijauhkan dari marabahaya Merapi,” kata Kadus Tutup Duwur, Guntoro.
Dalam prosesi kirab, setiap warga membawa nasi tumpeng lengkap dengan lauk-pauk. Diiringi tetabuhan dan kesenian tradisional; rombongan berjalan kaki mengelilingi dusun sebanyak tiga kali.
Dua gunungan hasil bumi seperti sayuran dan buah-buahan turut diarak di pundak para lelaki, menjadi simbol rasa syukur atas panen yang melimpah.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Setelah kirab, warga berkumpul di lapangan dusun untuk mengikuti doa bersama yang dipimpin sesepuh desa. Suasana tampak khidmat saat warga duduk lesehan dan melantunkan doa secara bersama-sama.
Pada momen sakral tersebut, terdengar lantunan kata “Amin” dari seluruh warga.
“Poin keduanya yaitu kita masyarakat Dusun Tutup Duwur semoga ke depannya lebih baik guyub rukun, gotong royong lebih terjaga,” ucap Guntoro.
Usai didoakan, gunungan berisi hasil panen kemudian dibagikan panitia kepada warga secara tertib. Tradisi ini menjadi simbol berbagi rezeki dan kebersamaan antarwarga.
Puncak tradisi merti Dusun Tutup Duwur ditandai dengan kembul bujono, yaitu makan bersama di atas tikar secara lesehan. Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, warga menyantap hidangan tumpeng yang telah didoakan.
“Semoga lebih makmur masyarakat lebih ayem kehidupannya,” harap Malikatun, salah satu warga Dusun Tutup Duwur.
Kemeriahan tradisi semakin terasa saat sejumlah anak-anak tampak berlarian mengenakan blangkon. Mereka bersiap menampilkan tarian tradisional bersama kelompok kesenian guna menghibur warga dan para tamu yang hadir. (*)
About The Author
- Penulis: Borobudur News



Saat ini belum ada komentar