Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » 230 Perempuan di Kota Magelang Dapat Pendampingan Usaha Berupa Pinjaman Modal

230 Perempuan di Kota Magelang Dapat Pendampingan Usaha Berupa Pinjaman Modal

  • calendar_month Kam, 16 Mei 2024

BNews—MAGELANG— Sebanyak 230 orang perempuan Kota Magelang mendapat pendampingan usaha berupa pinjaman senilai Rp500.000 per orang tanpa agunan dan bunga.

Program tersebut berasal dari kolaborasi Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang bersama Bank Jateng, PKK, Koperasi Bhakti Wanita, HIPMI Kota Magelang dan Universitas Tidar (Untidar) guna menyejahterakan keluarga melalui pemberdayaan perempuan.

Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz menyebutkan, dari 230 orang itu kemudian dibagi beberapa kelompok. Setiap kelompok berisi 10 orang. Pengembalian pinjaman memakai sistem “tanggung renteng” sehingga setiap kelompok harus kompak dan saling mendukung.

“Selamat kepada ibu-ibu yang dapat kesempatan, juga mahasiswa sebagai pendamping. Ini sebuah rezeki, Sebanyak 230 orang yang semuanya wanita ini sudah terseleksi. Pesan saya, manfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Ketua BPC Hipmi Kota Magelang, Raja Ghani Irsyadi Binar menjelaskan, ada sebanyak 102 mahasiswa Untidar yang akan bertugas sebagai koordinator dan pendamping penerima pinjaman.

“Mereka akan mendampingi para penerima pinjaman selama 6 bulan kedepan. Selain itu, mahasiswa juga akan memberikan edukasi, tentang bagaimana mengelola dana dan alokasi pendanaannya,” ujarnya.

Menurutnya, mahasiswa mempunyai andil penting dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Saat ini sebagai mahasiswa dengan usia yang masih muda saatnya mencari “Jeneng” atau nama terlebih dahulu. Selanjutnya akan dapat “Jenang” sebagai bonus misalnya uang, jabatan, dan sebagainya.

Sementara itu, Rektor Untidar, Sugiyarto menyampaikan, ada dua kelompok yang dominan pada forum ini yakni kelompok ibu dan pemuda (mahasiswa). Interaksi keduanya menjadi harapan besar untuk memajukan ekonomi kerakyatan.

“Kita punya harapan besar, anak muda (mahasiswa) ini yang akan mendampingi ibu-ibu sekalian. Selain dapat arahan sesuai kemampuan selaku HIPMI, tapi juga ada proses belajar. Kita ikuti konsep jawa “ilmu kelakone nganti laku”, mempraktekkan apa yang dilakukan, teori dan praktek bisa matching, dari interaksi ini maka akan muncul ilmunya,” jelasnya. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less