Aktivitas Gunung Merapi, Dalam 12 Jam Luncurkan 22 Kali Guguran Lava Pijar

BNews—MAGELANG— Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) malaporkan gempa guguran dan guguran lava pijar masih terus terjadi di Gunung Merapi. Diketahui bahwa data guguran ini penting untuk memantau perkembangan erupsi Merapi.

Hal itu disampaikan oleh Kepala BPPTKG, Hanik Humaida. Dia menyebut bahwa jumlah guguran saat ini masih cenderung tinggi.

”Saat ini jumlah guguran masih tinggi dengan jarak luncur maksimal dua kilometer. Data ini penting untuk mengetahui perkembangan erupsi Merapi,” kata Hanik dalam keterangannya, Rabu (3/3/2021). Dikutip dari Detik.

Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi selama 12 jam yakni periode tanggal 2 Maret pukul 18.00 hingga tanggal 3 Maret pukul 06.00 WIB tercatat 22 kali luncuran guguran lava pijar. Dengan estimasi jarak luncuran maksimal sejauh 1,5 kilometer.

”Periode 2 Maret pukul 18.00 hingga 24.00 WIB teramati guguran lava pijar 14 kali dengan jarak luncur maksimum 1200 meter. Kemudian 3 Maret periode 00.00 hingga 06.00 WIB teramati guguran lava pijar 8 kali dengan jarak luncur maksimum 1500 meter ke barat daya,” ungkapnya.

Sementara untuk data kegempaan, dalam periode tersebut tercatat gempa guguran sebanyak 76 kali dan gempa hembusan sebanyak 3 kali. Hingga kini BPPTKG masih mempertahankan status Merapi di tingkat Siaga.

Tambah Hanik, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya. Meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal lima kilometer.

Sedangkan lontaran material vulkanik Gunung Merapi bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak. “Di luar potensi daerah bahaya saat ini kondusif untuk beraktivitas sehari-hari,” pungkasnya. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: