Antisipasi Kekeringan, Dinas Pertanian Petakan Potensi Wilayah Terdampak di Magelang

BNEWS—MAGELANG—Peralihan musim kemarau 2020 telah dimulai sejak Mei lalu dan puncaknya pada Agustus-September 2020. Dinas Pertanian Kabupaten Magelang telah melakukan pemetaan potensi, dan ancaman untuk mengantisipasi dampak kekeringan terhadap sub-sektor hortikultura diwilayahnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Magelang, Romza Ernawan mengatakan pihaknya melakukan identifikasi wilayah-wilayah di Kabupaten Magelang yang memiliki ketersediaan air cukup. Hal tersebut guna percepatan masa tanam khususnya tanam pangan.

“Dampak kekeringan itu diantaranya terjadi peningkatan serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) hama dan kerusakan tanaman akibat kekurangan air,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebagai langkah antisipasi lain dari dampak fenomena iklim adalah dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petani dalam memahami informasi iklim diwilayahnya. Upaya antisipasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim itu untuk meminimalkan dampak negatif terhadap sektor pertanian seperti risiko gagal panen.

“Anomali iklim saat ini luar biasa, sehingga harus ada pembelajaran terhadap petani berkaitan dengan anomali iklim itu,” imbuhnya.

Sesuai informasi BMKG kemarau saat ini cenderung normal dengan perkiraan Oktober mendatang sudah mulai terjadi hujan.

Sesuai data wilayah Kabupaten Magelang memiliki luas 1800 hektar, terbagi 21 Kecamatan, 367 desa 5 kelurahan. Lahan sawah yang diolah petani 27 ribu hektar dan lahan kering 39 ribu hektar.

Secara kumulatif 70 persen luas lahan di Kabupaten Magelang digunakan disektor pertanian, yang dikerjakan 57 persen.

Romza menuturkan, pada musim kemarau pihaknya juga mendorong adaptasi kepada para petani. Seperti pada lahan daerah yang masih ada ketersediaan air dialokasikan dengan tanaman padi.

” Sedangkan lahan lain seperti di Kecamatan Ngablak, Pakis dan Sawangan tetap hortikultura dan sebagian tanaman tembakau. Artinya masyarakat sudah faham betul apa yang akan ditanam sesuai musimnya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: