Atasi Anak Tidak Sekolah, PC NU Kabupaten Magelang Usul Pembentukan PKBM Ma’arif
- calendar_month Ming, 26 Nov 2023

Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Magelang, KH Achmad Izzudin (Gus Din) saat menerima Komunitas Masyarakat Peduli Pendidikan (KMPP) Kabupaten Magelang dipimpin Eko Triyono, di Kantor PC NU Kabupaten Magelang. (Foto: al)
BNews—MAGELANG— Ketua PC NU Kabupaten Magelang, KH Achmad Izzudin atau yang sering disapa Gus Din mengatakan, upaya mengatasi masih adanya Anak Tidak Sekolah (ATS) yang belajar ilmu agama di Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Magelang adalah dengan membentuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ma’arif. Di bawah naungan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Magelang.
“Kami mengusulkan agar Lembaga Pendidikan Ma’arif membentuk PKBM Ma’arif. Yang merupakan solusi terbaik untuk mengatasi ATS di ponpes untuk kembali bersekolah serata MA/SMA,” kata Gus Din di kantornya, Sabtu (25/11/23).
Gus Din menerima kunjungan Ketua KMPP Kabupaten Magelang, Eko Triyono. Kedatangan pengurus KMPP selain silaturrahim, juga untuk menjadi komunikasi serta mohon dukungan PC NU. Terkait masih adanya ATS untuk bisa kembali bersekolah hingga pendidikan 12 tahun (setara MA/SMA), khususnya ATS yang berada di ponpes.
“Selain silaturrahim, KMPP juga minta dukungan PB NU Kabupaten Magelang dalam mengembalikan ATS agar bisa bersekolah kembali. Sesuai dengan program yang telah disepakati, bahwa tahun 2024 akan mengembalikan 1000 ATS kembali bersekolah,” kata Eko Triyono yang didampingi anggota KMPP Khoiruddin (Baznas), Hanif Ahab (Forum Komunikasi Pondok Pesantren) dan Basuki (Bappeda dan Litbangda).
Dalam kesempatan itu, Gus Din minta Lembaga Pendidikan Ma’arif NU, membentuk lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ma’arif. Tujuannya, untuk menampung atau menjadi tempat pembelajaran bagi para santri di ponpes. Agar mereka bisa melanjutkan pendidikan kesetaraan tingkat SMA atau Madrasah Aliyah (MA).
Dengan membentuk PKBM Ma’arif, bisa diterima oleh kyai atau pimpinan Ponpes yang menjadi tempat belajar agama para santri yang putus sekolah, atau hanya tamat pendidikan MTs setara SMP.
“Melalui PKBM Ma’arif ini, akan mempunyai harga jual atau kepercayaan lebih tinggi. Artinya, guru yang mengajari santri tetap menjaga kearifan lokal, jika gurunya perempuan ya tetap memakai jilbab” jelasnya.
IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)
PKBM bentukan LP Ma’arif berada dalam naungan PC NU Kabupaten Magelang, dan bisa menjadi pemantik atau dorongan bagi pengelola ponpes yang ada di Kabupaten Magelang agar para santri juga bisa belajar pengetahuan umum.
Terkait masih adanya ATS di Kabupaten Magelang, Gus Din mengaku prihatin. “Kami akan terus mendorong untuk memberikan motivasi agar pimpinan ponpes di bawah naungan PC NU ini, bisa memberikan kesempatan bagi satri untuk belajar pengetahuan umum setara MA/SMA,” katanya.
Menanggapi permintaan Ketua PC NU, Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kabupaten Magelang, Sugeng Riyadi yang juga anggota KMPP langsung merespon positif atas usulan tersebut dan pihaknya segera membentuk PKBM Ma’arif.
“LP Ma’arif NU memang belum memiliki lembaga yang bisa menjadi tempat ATS yang berada di Ponpes. Kami siap membentuk PKBM Ma’rif,” jelasnya.
Diketahui, jumlah Ponpes di Kabupaten Magelang terdapat sekitar 320 Ponpes, dari jumlah tersebut terdapat 17 Ponpes telah menyelenggarakan pendidikan umum yang berada dalam naungan Departemen Agama (Debag), dengan tingkat pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Itsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Sedangkan 13 ponpes menyelenggarakan Pendidikan MI dan MTs. (al)
About The Author
- Penulis: BNews 7



Saat ini belum ada komentar