Begini Kronologi Teror Bom Molotov di Rumdin Ketua DPRD Magelang

BNews—MAGELANG TENGAH—Pascateror bom molotov di Rumah Dinas Ketua DPRD Kota Magelang dan Unit Laka Lantas Polres Magelang Kota, polisi langsung memerika empat saksi. Dua diantaranya merupakan penjaga malam rumdin Didik Bahtiar, 52 dan Bambang Trihartanto.

Dalam keterangan kepada kepolisian yang berhasil diperoleh Borobudur News, Didik dan Bambang tengah duduk di teras depan rumdin. Tiba-tiba terdengar suara pecahan kaca di depan pintu garasi berbahan kayu, Rabu malam (3/7) sekitar pukul 22.15.

”Saya melihat lokasi asal suara tersebut di pintu garasi dan pintu garasi sudah dalam kondisi terbakar,” kata Didik warga Kelurahan Kemirirejo, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, Kamis(4/7).

Spontan, pria yang berstatus buruh harian lepas di rumdin itu langsung berupaya memadamkan api dengan menyemprotkan air keran dari selang. Beruntung, api dapat segera dipadamkan sehingga tidak sampai merembet.

”Kami langsung memberitahukan pelemparan bom molotov yang kebetulan dinas jaga di Kantor DPU Kota Magelang (bersebelahan dengan rumah dinas ketua DPRD),” terangnya.

Saat peristiwa terjadi, Ketua DPRD Kota Magelang, Budi Prayitno mengaku tidak berada di rumdin. Udi, sapaan karib dari Budi dikatahui tengah berada di luar kota. Dikatakan politisi Partai PDI Perjuangan itu, bila teror di rumdin bukan kali pertama terjadi.

”Teror lempar batu juga pernah terjadi saat Ketua DPRD sebelumnya dijabat Hasan Suryo Yudho. Tidak tahu kenapa rumah dinas menjadi ‘pelampiasan‘ teror,” heran dia.

Akibat teror bom molotov oleh orang tidak dikenal, daun pintu garasi rumah dinas Ketua DPRD Kota Magelang gosong akibat terbakar. Selain mempelajari rekaman CCTV, polisi juga mengamankan barang bukti pecahan kaca dan sumbu kain warna putih. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: