Begini Model Perekrutan Panglima Sunda Empire di Windusari Magelang

BNews—WINDUSARI— Sebagian masyarakat di Kecamatan Windusari, khususnya Desa Gondangrejo ternyata sudah tidak asing dengan nama Sunda Empire. Mereka mengenal Kekaisaran Sunda itu sekitar dua tahun lalu. Jauh waktu sebelum menjadi viral awal Januari 2020 ini.

Tidak tanggung-tanggung, Panglima Sunda Empire yang membawahi wilayah Jateng dan DI Jogjakarta, Muhkrim, terjun langsung ke masyarakat untuk melakukan perekrutan. Ia ’turun gunung’ menyasar warga di sekitar rumahnya.

Dalam presentasinya, ia memperkenalkan Sunda Empire sebagai organisasi mulia yang bergerak dibidang kemanusiaan. Membantu sesama yang sedang kesusahan. Bukan sebagai sebuah perkumpulan yang mampu menyelamatkan bumi. Apalagi mengendalikan senjata nuklir.

Salah satu warga Desa/ Dusun Gondangrejo, Watun mengaku nama Sunda Empire sempat melejit sekitar dua tahun lalu. Dimana warga sekitar kemudian memperbincangkan perekrutan yang dilakukan tetangganya, Muhkrim.

”Hanya pernah mendengar. Katanya banyak warga yang menjadi korban upaya perekrutan,” kata dia, saat ditemui Borobudur News di warungnya.

Masih menurut dia, banyak warga yang saat ditawari masuk ke Sunda Empire kemudian menolak secara halus. Namun, dirinya tidak mengetahui alasan pasti penolakan ajakan dari mantan purnawirawan TNI itu.

”Tidak tahu alasannya karena saya sendiri tidak termasuk yang diajak,” jelasnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Borobudur News kemudian melakukan penelusuran lebih mendalam. Salah satu warga, Dani yang pernah diajak masuk ke Sunda Empire berhasil ditemui dan memberi kesaksian. Letak rumahnya berada di depan kediaman Muhkrim.

”Itu sudah dua tahun lalu. Pak Muhkrim sendirian datang ke rumah dan mengajak saya sekeluarga untuk masuk ke dalam Sunda Empire,” kenang pria 20 tahun itu.

Ia menceritakan, presentasi yang disampaikan sangat berbeda dari pemberitaan yang sudah beredar. Bukan tentang kehebatan menyelamatkan bumi dan mengendalikan nuklir, melainkan Sunda Empire merupakan organisasi dengan misi kemanusiaan.

”Katanya Sunda Empire akan membantu orang-orang yang kesulitan. Mengadakan kegiatan sosial, memberikan donasi dan sebagainya,” ungkapnya.

Penampakan pintu samping rumah Muhkrim sekaligus sebagai garasi sepeda motor

Terang Dani, dalam pendaftaran menjadi anggota Kekaisaran Sunda tidak dipungut biaya alias gratis. Calon anggota hanya perlu menyerahkan identitas seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk didata.

”Tapi keluarga saya tidak ada yang tertarik. Karena kami merasa perkumpulan itu aneh dan tidak jelas,” pungkasnya.

Ditengah menggali informasi, seorang pria gagah dengan badan berisi keluar dari rumah menggunakan kendaraan Yamaha NMax warna hitam. Pria yang diduga kuat Muhkrim itu terlihat mengenakan setelan kaus polo abu-abu dan celana panjang hitam dengan topi militer berwarna hijau.

Kehilangan Muhkrim, tak menghentikan niat untuk tetap menuju rumah sang jenderal bintang satu itu. Saat pintu samping diketuk, Borobudur News ditemui anak bungsunya yang diketahui berkuliah di kampus swasta Magelang. Disinggung keterlibatan ayahnya di Sunda Empire serta masih tidaknya pembukaan rekrutmen, ia mengaku tidak tahu.

”Saya tidak tahu, mas. Mungkin bisa ditanyakan langsung ke bapak,” singkat dia. (*/han)

Penulis: Wahid Fahrur Annas (Mahasiswa Magang IAIN Purwokerto)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: