Begini Suasana Ketika Tiba tiba Seorang Dalang Pentas di SD N Banyubiru Dukun

BNews—DUKUN— Suasana di halaman SD Negeri Banyubiru 2 Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang nampak berbeda, kemarin (4/12). Hal itu setelah ada seorang pria berbusana jawa nampak dikerubuti puluhan siswa.

Ternyata pria berpakaian jawa itu adalah seorang dalang. Dia sengaja mengisi jeda tes semester di sekolah dengan jumlah murid 286 dan 12 Guru dan 8 karyawan.

“Jeda semester itulah. pihak sekolah mengadakan pengenalan budaya daerah yaitu wayang kulit dengan mendatangkan Ki Susanto Sadewo dari muntilan. Dia datang sebagai nara sumber dengan penampilan wayang kulit interaktif agar supaya siswa tertarik dan mudah memahami,” ungkap Kepala Sekolah SD N Banyubiru 2, Delan,M.pd.

Pentas mini wayang kulit tersebut juga merupakan salah satu konten pelajaran masuk dalam muatan lokal bahasa jawa dan bermuatan pendidikan karakter. “Dengan mengambil sifat dan perilaku dari tokoh pewayangan terutama sifat kesatria. Dalam pentas itu mengambil judul Kalahnya Angkara Murka oleh Arjuna,” imbuhnya.

Dalam cerita tersebut terdapat berbagai tokoh pewayangan, antara lain tokoh satria pandawa dan gatotkaca. “Dimana salah satu pandawa yakni Arjuna sebagai cotoh dari sifat kesatria, sedangkan Punokawan yaitu semar gareng petruk bagong sebagai gambaran rakyat kecil. Untuk tokoh raksasa sebagai contoh sifat angkara murka yang di gambarkan sebagai tokoh jahat,” paparnya.

“Saya berharap dengan peran karakter tokoh-tokoh pewayangan tersebut, yakni  pertama anak mengenal dan mencintai budaya terutama wayang kulit. Serta anak mempunyai penokohan atau idola dari tokoh satria yang bisa sebagai acuan dalam pembentukan karakter siswa sesuai dengan tokoh yg di idolakan dalam wayang,” harapnya.

Delan juga menyebutkan bahwa pembelajaran ini sangat berpengaruh sekali kepada siswa. “Jelas sekali hal ini membantu pembelajaran pembektukan karakter siswa yang baik seperti tujuan pendidikan pada umumnya,” tegasnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS UNTUK ANDROID KALIAN GRATIS DAN RINGAN (KLIK DISINI)

Saat pertunjukan wayang tersebut antusias siswa sangat baik sekali dan secara langsung meminta untuk diadakan pementasan wayang kulit lagi. “Selain itu anak juga di bebaskan pegang wayang dan memainkanya, jadi anak bisa tertarik untuk lebih belajar wayang,” ungkapnya.

“Tidak hanya itu, nama-nama tokoh pewayangan juga sering dalam ujian jadi murid bisa belajar juga persiapan ujian.  Serta rasa prihatin saya akan kurangnya ilmu pengetahuan guru dan murid terkait wayang kulit ini,” ujarnya.

“Kegiatan ini memang baru pertama kali, namun kedepan akan dimasukkan dalam program tahunan di Sekolahan ini,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: