IKLAN PARTAI HUT DEMOKRAT

BEJAT…Guru SD di Sleman Cabuli Siswanya

BNews–SLEMAN– Siapa sangka kelakuan seorang guru Sekolah Dasar (SD) di Sleman Yogyakrta sungguh bejat. Seharusnya menjadi seorang panutan, namun justru melakukan pencabulan terhadap murid-muridnya sendiri.

Pelaku berinisial S, 48 tahun warga Sayegan Kabupaten Selaman telah melakukan pencabulan terhadap muridnya sendiri di ruang UKS Sekolah maupun tenda perkemahan. Aksi pencabulan ini, diduga telah dilakukan oleh tersangka sejak beberapa bulan lalu.

Perbuatan ini dilakukan di sekolah dan terakhir di Bumi Perkemahan Mororejo, Tempel pada 14 Agustus silam. Saat itu dia masuk ke tenda siswa perempuan dan melakukan pencabulan.

“Kita telah tetapkan S sebagai tersangka, dalam kasus pencabulan,”jelas KBO Satreskrim Iptu Bowo Susilo, dalam keterangan di Mapolres Sleman, Selasa (7/1/2020).

Tersangka diamankan, setelah polisi mendapatkan laporan dari orang tua siswa. Setidaknya ada empat orang siswa yang melaporkan kasus ini kepada orangtuanya, hingga akhirnya dilaporkan ke polisi.

Dari keterangan para korban, polisi melakukan penyelidikan dan pendalaman materi. Korban juga dilakukan visum psikiatrikum yang dilakukan oleh unit Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Polres Sleman.

“Dari hasil visum diperoleh keterangan bahwa sebagian korban merasa cemas, sedih dan perasaan ketakutan yang berlebihan,” imbuhnya.

Loading...

Disebutkannya juga, bahwa dalam aksinya terakhirnya tersangka mendatangi tenda perempuan dengan alasan kelelahan. Dia kemudian memeluk korban dengan memegang dada dan alat vitalnya.

“Saat itu, siswan mendapatkan perlakuan tersebut langsung melaporkan kepada gurunya yang lain,” tegasnya.

Sebelumnya, pelaku ini juga melakukan pencabulan di ruang UKS Sekolah. Berdalih pelajaran IPA, alat reproduksi pelaku juga melakukan pencabulan kepada para siswanya.

“Tersangka ini mengancam akan memberikan nilai C atau tidak lulus kepada siswanya jika melapor,” tuturnya.

Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan Pasal 82 Ayat 1 dan 2 jo Pasal 76 E UU No 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak. “Pasal tersebut berisikan ancaman kurungan penjara maksimal 15 tahun,” pungasknya. (*/bsn)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: