Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Seorang Pengurus BEM KM Untidar Dipecat

BNews—MAGELANG— Seorang anggota Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Tidar (BEM KM Untidar) Magelang berinisial ME diberhentikan secara tidak hormat beberapa waktu lalu.

Hal tersebut menyusul dugaan tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oleh ME. Keputusan pemberhentian secara tidak hormat itu juga dipublikasikan oleh BEM KM Untidar di media sosial.

Dilansir dari akun media sosial Instagram @bemkmtidar, dugaan pelecehan seksual tersebut dilakukan terduga pelaku ketika korban sedang tidur. Peristiwa itu terjadi pada 19 Agustus 2022 lalu.

Sementara itu, Ketua BEM KM Untidar Magelang, Teddy Firmansyah mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada bulan Agustus 2022 lalu. Terduga pelaku melakukan pelecehan seksual pada saat dini hari.

”Pada bulan Agustus 2022 di salah satu tempat, kejadian itu pada saat dini hari. Terduga pelaku melakukan kekerasan seksual, termasuk pelecehan seksual,” katanya.

Dia menjelaskan, usai mendapat informasi terkait hal tersebut, Forkes (Forum Kesetaraan) BEM KM Untidar menindaklanjuti informasi itu.

”Pada saat itu, kami bertemu dengan terduga pelaku dan fakultas terkait, elemen-elemen yg terkait di Universitas Tidar. Lalu kami menyepakati bersama untuk terduga pelaku ini dari instansi BEM KM mengeluarkan kebijakan diberhentikan secara tidak hormat,” katanya.

Dia menjelaskan, awalnya korban mengadu ke pihak universitas. Kemudian, pihak universitas meneruskan ke BEM KM Untidar.

”Awalnya (korban) mengadu ke pihak universitas karena korbannya juga kan dari luar (mahasiswa pertukaran). Maka pihak universitas meneruskan ke saya untuk segera ditindaklanjuti. Saya yang mengkoordinasikan dan menindaklanjuti di BEM KM sampai ke depannya,” jelasnya.

IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Ditemui terpisah, Kepala Biro Akademik Kemahasiswaan Perencanaan dan Kerjasama (BAKPK) Untidar, Giri Atmoko mengungkap, kedua korban yang berinisial AA dan MA ini merupakan peserta program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) selama satu semester di Untidar.

”Dalam program ini ada program penjemputan, karena mereka dari luar (daerah). Untuk penjemputan ini dibantu oleh BEM. Dan dari BEM menugaskan ME untuk menjemput,” ungkapnya, Kamis (6/10/2022).

”Karena datangnya malam dan sampai sini juga malam hari. Mungkin (terduga pelaku) berinisiatif untuk mencarikan kos. Di sanalah mungkin terjadi peristiwa itu,” sambungnya.

Setelah kejadian tersebut, lanjut Giri, salah satu korban melapor ke pengelola program PMM di universitas asalnya. Kemudian pengelola itu menghubungi pihak Untidar.

”Pengelola menghubungi kami terkait kejadian tersebut. Kami pun memanggil ME untuk memberikan klarifikasi dan akhirnya mengakui (telah) merangkul dan meraba. Setelah itu, yang bersangkutan membuat surat pernyataan untuk tidak melakukan hal serupa kembali,” imbuh Giri.

Giri menjelaskan, pihaknya sudah melakukan tindakan perlindungan kepada korban yang mana meminta agar tidak satu kelas dengan terduga pelaku. Selain itu, kedua korban juga telah dibawa ke psikolog.

”Untuk terduga pelaku, kebetulan mahasiswa bidik misi dan aktif Himpunan Mahasiswa Bidik Misi Untidar (HIMADIKTAR) serta tergabung di BEM KM Untidar. Kami mendapatkan informasi bahwa ME diberhentikan dari kepengurusan,” jelasnya.

Lanjut Giri, korban kembali meminta pendampingan dari psikolog. ”BEM sudah berkomunikasi dengan korban. Dan korban ingin sekali lagi didampingi psikolog. Nanti secepatnya ketiganya (terduga pelaku dan dua korban) dibawa ke psikolog,” imbuhnya.

Ketua Umum HIMADIKTAR, Adit Triyono mengatakan, terduga pelaku telah diberhentikan secara tidak hormat dari organisasi HIMADIKTAR.

”Usai mendapat informasi dari kampus, kami mengadakan rapat. Kami juga bertemu langsung dengan terduga pelaku dan meminta klarifikasi. Ternyata diakui oleh terduga pelaku,” katanya. (mta)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!