Dinkes Belum Temukan Penyebab Keracunan Massal di Sleman
- calendar_month Jum, 14 Feb 2025

Pemkab Sleman tetapkan KLB karena kasus keracunan massal
BNews-JOGJA- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman mengaku belum bisa memastikan penyebab kasus keracunan makanan; di Padukuhan Krasakan, Kalurahan Lumbungrejo, Tempel, Sleman.
Pasalnya, hasil pengujian sampel makanan belum keluar hingga saat ini.
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati; mengatakan sampel makan yang dibawa di Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi (BLKK) DIY masih diteliti.
“Sampai sekarang kami belum tahu hasilnya, belum keluar. Kami masih menunggu,” kata Khamidah dikonfirmasi, Kamis (13/2/2025).
Menurut Kepala Puskesmas Tempel 1, Diana Kusumawati, ada sekitar 20 pasien keracunan makanan yang saat ini masih menjalani opname di beberapa rumah sakit.
Padahal, lanjutnya pasien opname sempat mencapai 47 orang. Kondisi kesehatan pasien berangsur membaik.
Dia menyampaikan total korban keracunan yang tercatat saat ini mencapai 170 orang baik tamu maupun keluarga.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Kami masih melakukan validasi data juga, masih berjalan,” kata Diana.
Pada kesempatan sebelumnya, Diana menyampaikan ada 130 orang mengalami gejala keracunan pada Minggu (9/2/2025) sekitar pukul 16.00 WIB. Dari jumlah itu, ada 92 orang dirujuk ke rumah sakit.
Puluhan orang tersebut diduga keracunan makanan setelah mendatangi acara hajatan di lokasi yang sama di Kapanewon Tempel, Sleman.
Menu yang dihidangkan pada acara tersebut meliputi bakso, satai, siomay, krecek, es krim, dan minuman lain. (*/harjo)
About The Author
- Penulis: Joe Joe



Saat ini belum ada komentar