Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Dua Bocah Berusia 10 Tahun Melangsungkan Pernikahan: Kisahnya Viral di Medsos

Dua Bocah Berusia 10 Tahun Melangsungkan Pernikahan: Kisahnya Viral di Medsos

  • calendar_month Sab, 4 Nov 2023

BNews-NASIONAL- Sebuah kejadian mengejutkan terjadi di Madura, Jawa Timur, yang kemudian menjadi viral di media sosial. Dua anak berusia 10 tahun memutuskan untuk melangsungkan pernikahan mereka, dan mengundang keluarga dan teman-teman mereka untuk merayakan momen bersejarah ini.

Berita viral ini diunggah oleh akun @pembasmi.kehaluan.reall di Instagram pada Rabu, 01 November 2023.

Video yang diunggah menunjukkan kedua anak itu berdiri di teras rumah mereka. Sang anak perempuan mengenakan jilbab berwarna peach dengan terusan hitam, sementara sang anak laki-laki mengenakan baju koko putih lengkap dengan sarung dan peci, sesuai dengan keterangan dalam berita viral.

Dalam video berita viral ini juga terlihat banyak tamu undangan yang hadir untuk memberikan ucapan selamat kepada pasangan muda ini. Bahkan, beberapa ibu-ibu berani maju ke depan dan memberikan amplop putih kepada mereka.

Dalam caption pada video berita viral, diketahui bahwa setelah menikah, kedua anak akan tinggal bersama keluarga pria hingga mereka dewasa dan dapat membiayai kebutuhan sendiri.

Meskipun mereka belum menyelesaikan sekolah dasar (SD), mereka tetap akan melanjutkan aktivitas sekolah sehari-hari seperti biasa.

Postingan ini seketika menarik perhatian warganet. Banyak yang menyayangkan keputusan orang tua mereka yang dianggap masih hidup dengan budaya zaman dulu.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Salah satu pengguna media sosial, @nadiva_poetri80, mengungkapkan pendapatnya di kolom komentar, “Jadi kaya jaman dulu, nenekku juga menikah masih kecil lalu tinggal bersama kakek di pesantren selama 6 tahun sebelum pulang ke rumah nenek.”

Dalam perjalanan hidup ini, pernikahan anak-anak selalu menjadi topik yang kontroversial. Meskipun beberapa orang percaya bahwa ini adalah bagian dari budaya tradisional, banyak yang menganggapnya sebagai pelanggaran terhadap hak-hak anak.

Hal ini menunjukkan perbedaan pandangan dan perdebatan dalam masyarakat kita, terutama dalam menghadapi adat dan tradisi yang terkadang tidak sesuai dengan perkembangan zaman.

Sebagai masyarakat yang peduli, penting bagi kita untuk selalu melindungi dan memperhatikan hak-hak anak.

Pendidikan dan pengertian yang lebih baik tentang pentingnya perkembangan anak harus ditekankan di masyarakat. Semoga peristiwa ini dapat memicu diskusi dan perubahan positif dalam penanganan kasus semacam ini di masa depan. (*)

About The Author

  • Penulis: Marisa Oktavani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less