DUKUNG !!! Larangan Konsumsi Daging Anjing Semakin Digencarkan

BNews-JATENG– Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, meminta dinas terkait untuk lebih tegas dalam melarang konsumsi daging anjing, sesuai dengan peraturan daerah.

“Sudah ada peraturannya. Kita akan meningkatkan sosialisasi ke kecamatan, kelurahan; dan masyarakat mengenai larangan daging non-pangan,” kata Ita, sapaan akrab Hevearita, di Semarang, pada hari Senin.

Pernyataan ini disampaikan sebagai tanggapan atas keberhasilan Polrestabes Semarang dalam menggagalkan; pengiriman ratusan anjing dari Subang, Jawa Barat ke Sragen, Jawa Tengah.

Meskipun anjing-anjing tersebut dikirim ke Sragen dengan dugaan untuk dikonsumsi, Hevearita meminta agar; dinas terkait tidak lengah dalam menangani peredaran daging anjing di Kota Semarang.

Dalam hal ini, Pemerintah Kota Semarang telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 2/2022 tentang Keamanan Pangan, yang mengatur tentang makanan yang aman dan layak dikonsumsi, termasuk hewan ternak.

Menurut Hevearita, daging anjing tidak layak untuk dikonsumsi karena tidak termasuk dalam kategori hewan ternak. Oleh karena itu, ia meminta agar dinas terkait gencar dalam menyosialisasikan dan menangani peredaran daging anjing.

Selain itu, Ita juga memberikan apresiasi kepada Polrestabes Semarang yang berhasil menggagalkan pengiriman ratusan anjing yang diduga untuk dikonsumsi. Hal ini menunjukkan komitmen dalam mendukung larangan peredaran daging anjing.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Dalam penanganan anjing-anjing tersebut, Polrestabes Semarang telah bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kota Semarang untuk memberikan perawatan sementara di tempat penampungan.

“Polrestabes selalu berkoordinasi dengan Dinas Pertanian. Kami mendapatkan update dari Pak Hernowo (Kepala Dinas Pertanian) bahwa saat ini anjing-anjing tersebut sedang berada di tempat penampungan. Namun, rencananya akan dipindahkan karena kondisi penampungan yang panas dan pengap,” ungkapnya.

Sebelumnya, Polrestabes Semarang berhasil mengamankan sebuah truk yang mengangkut 226 anjing berbagai; jenis tanpa dokumen resmi saat melintas di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, pada Sabtu malam tanggal 6 Januari.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar, menjelaskan bahwa penindakan tersebut berawal dari laporan aktivis perlindungan satwa yang berhasil menghentikan truk pengangkut ratusan anjing tersebut.

Selanjutnya, dalam pengembangan kasus ini, polisi telah menetapkan lima orang sebagai tersangka, termasuk DH; seorang warga dari Gemolong, Kabupaten Sragen, yang merupakan pemesan, serta empat orang lainnya yang merupakan awak truk.

Dari pengakuan para pelaku, Irwan menjelaskan bahwa ratusan anjing tersebut berasal dari wilayah Subang, Jawa Barat; dan dari 226 ekor anjing yang diangkut oleh truk tersebut, terdapat 12 ekor yang ditemukan dalam kondisi mati. (*/antara)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: