Ribuan Koperasi Merah Putih Dibangun di Jateng, Nilai Transaksi Capai Rp9,5 Miliar!
- calendar_month Sel, 14 Apr 2026

5.503 Gedung Koperasi Merah Putih di Jateng Telah Terbangun, Siap Jadi Penggerak Ekonomi Warga
BNews-JATENG – Pembangunan gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Tengah terus menunjukkan progres signifikan. Hingga saat ini, sebanyak 5.503 unit gedung koperasi telah terbangun dengan harapan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat di tingkat lokal.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, Eddy S. Bramiyanto, menyampaikan bahwa dari total 8.523 koperasi yang telah berbadan hukum, sebanyak 5.887 koperasi telah memetakan lokasi pembangunan gedung.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.503 unit koperasi sudah dalam proses pembangunan. Sementara itu, sebanyak 1.456 unit gedung koperasi telah selesai 100 persen. Capaian ini menempatkan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan pembangunan koperasi terbanyak kedua secara nasional.
Eddy menambahkan, kontribusi KDKMP terhadap penguatan ekonomi masyarakat mulai terlihat. Sejumlah koperasi telah berperan aktif dalam berbagai program strategis pemerintah.
Puluhan KDKMP tercatat terlibat dalam penyediaan kebutuhan dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain itu, ratusan koperasi juga bekerja sama dengan Perum Bulog dalam program Gerakan Pangan Murah dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp9,5 miliar. Bahkan, ratusan koperasi lainnya turut mendukung stabilisasi pasokan pangan menjelang Lebaran.
Penasehat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Brigjen Pol (Purn) Erwin Chahara Rusmana, menilai Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam pengembangan koperasi. Hal ini didukung oleh jumlah desa yang besar serta tradisi berkoperasi yang telah mengakar kuat di masyarakat.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Terkait Kopdes Merah Putih, potensi di Jateng jumlah desanya besar, tradisi berkoperasi juga sudah bagus. Kebijakan Pak Presiden kan prioritas, mohon kolaborasi,” ujar Erwin saat melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi di Semarang pada Jumat 10 April 2026.
Ia menambahkan, tindak lanjut pengembangan KDKMP perlu dilakukan melalui pemetaan yang jelas, termasuk peran berbagai pihak seperti komunitas TNI, pemerintah daerah, hingga BUMD dalam mendukung percepatan pembangunan.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa pengembangan KDKMP harus dikawal secara serius dan terstruktur, termasuk melalui penguatan kelembagaan serta koordinasi lintas sektor.
Selain itu, ia menekankan bahwa model pengembangan koperasi tidak harus seragam di setiap daerah, melainkan perlu disesuaikan dengan potensi dan karakteristik wilayah masing-masing.
“Tidak semua KDKMP harus dipukul rata sama, disesuaikan kearifan lokal daerahnya. Di samping itu tidak boleh memaksakan satu desa satu KDKMP,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menilai pendekatan tersebut penting untuk memastikan KDKMP dapat berkembang secara berkelanjutan, adaptif, serta benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sesuai kebutuhan di masing-masing daerah. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar