Ibu Asal Mertoyudan Ini Sedih Anaknya yang Masih MTS Ditangkap Karena Demo

BNews—MAGELANG—Usai kericuhan dalam aksi unjuk rasa #MagelangBergerak di Kota Magelang, polisi berhasil mengamankan sedikitnya 59 perusuh. Mirisnya, ada satu siswa di bawah umur yang berstatus pelajar MTs di Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang yang turut digelandang polisi.

Salah satu ibu dari anak terduga pelaku kerusuhan mengaku tidak menahu bila anaknya mengikuti aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Kota Magelang, kemarin (27/9). Bahkan, saat pagi, seperti biasa anaknya pamit untuk berangkat ke sekolah.

Advertisements


”Tidak ada kecurigaan, mas. Anak juga pakai seragam sekolah,” ujar seorang ibu yang namanya enggan disebutkan saat membesuk anaknya di Mapolres Magelang Kota, sore tadi (27/9).


Kekhawatiran mulai timbul ketika sang anak sekitar pukul 21.00 WIB belum juga pulang ke rumah. Kekhawatiran kian beetambah kala pihak sekolah mengabarkan bila anaknya hari itu tidak masuk kelas.

”Pihak sekolah bilang kalau anak saya membolos,” ucapnya dengan nada lirih.

Saat itu, sang ibu berupaya mencari keberadaan sang buah hati. Kabar siswa kelas 7 di MTs kawasan Sraten, Mertoyudan itu perlahan mulai terkuak usai dirinya melapor ke kantor polisi setempat.

”Polisi mengarahkan saya ke Polres Magelang Kota. Katanya anak saya ada disana,” kata dia dengan raut wajah pilu.

Malam itu juga, ia datang sendirian ke Mapolres Magelang Kota. Benar saja, dari daftar nama-nama pelaku kerusuhan, tercantum nama anaknya.

”Mau tengok keadaan anak saya saja sama polisi tidak dibolehkan. Saya diminta menunggu atau pulang dan kembali besok (hari ini),” ujarnya menirukan penuturan polisi yang berjaga di depan.

Hingga hari ini, ia bersama orang tua lainnya belum diperkenankan untuk masuk bertemu anak-anaknya. Hingga berita ini ditulis, sebagian masih bertahan di depan polres untuk menanti kabar baik.

”Kata polisi malam ini boleh pulang. Tapi entah. Coba saya tunggu saja,” kata dia kukuh.

Imbuhnya, ia berkeyakinan anaknya tidak ikut-ikutan demonstasi. Apalagi sampai ricuh hingga merusak fasilitas di lingkungan kantor DPRD dan Walikota Magelang.

”Ya tidak mengira karena anak saya masih polos. Tidak pernah neko-neko. Nurut sama orang tua. Semoga saja polisi salah tangkap,” doa dia.

Imbuh Kapolres Magelang Kota AKBP Idham Mahdi, pihaknya sampai sore ini masih terus melakukan pemeriksaan mendalam secara maraton. Pihaknya juga terus berupaya mengumpulkan alat bukti, petunjuk dan saksi-saksi. (han/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: