Ini Fakta Video Pelajar SMP Ancam Guru Pakai Clurit

BNews—JOGJA— Video viral seorang siswa membawa clurit mendatangi ruang guru di Sekolahnya terungkap. Kejadian tersebut terjadi pada hari Jumat 6 September 2019 lalu di SMP Negeri 5 Ngawen Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta.

Hal ini dibenarkan oleh Kapolsek Ngawen AKP Kasiwo yang mengatakan benar kejadian tersebut diwilayah hukum kami. “Kami sudah datang ke sekolahan untuk menggali keterangan dari guru di sekolahan tersebut. Sebelum siangnya kami bawa anak tersebut ke sekolahan untuk di musyawarahkan,” katanya.

Advertisements
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});


Dijelaskan untuk kronologinya awalnya pada sehari sebelumnya pada hari Kamis 5 September 2019 kegiatan belajar mengajar di SMP N 5 Ngawen Gunungkidul berjalan seperti biasanya. “Namun saat dalam satu kelas, sekitar pukul 10.00 wib ada salah seorang siswa saat jam pelajaran pendidikan Agama Islam bermain handphone dalam kelas.


Hal itu diketahui oleh Guru pendidikan agama Islam. Sang guru langsung menyita ponsel milik muridnya tersebut.

Penyitaan ponsel tersebut berdasarkan peraturan di SMPN 5 Ngawen, bahwa setiap siswa tidak boleh membawa ponsel. Apabila siswa kedapatan membawa ponsel, maka ponsel itu akan disita dan akan dikembalikan setelah siswa membuat surat pernyataan yang diketahui oleh orang tua atau wali murid.

“Ponsel yang disita guru, menurut aturan sekolah, bisa juga diambil oleh orang tua atau wali murid. Dan inilah awal mula kejadian yang videonya viral di media sosial,” imbuhnya.

Sehari setelahnya Jumat (6/9), pagi harinya jam 07.00 wib siswa yang disita handphonenya tersebut datang ke sekolah dan mengikuti apel seperti biasa. Dia juga sempat mengikuti kegiatan membaca di perpustakaan. Namun, memasuki jam pelajaran berikutnya, dia membolos sekolah.

“Namun sekitar Pukul 09.15 WIB siswa tersebut tiba kembali datang ke sekolah tanpa mengenakan seragam dan membawa senjata tajam berupa sabit atau clurit. Sesampainya di luar pagar Sekolah, dia berteriak meminta agar ponselnya dikembalikan,” paparnya.

“Berselang 29 detik, akhirnya sang Guru mengembalikan ponsel tersebut dengan cara dilempar ke lantai. Usai menerima ponselnya kembali, siswa tersebut langsung keluar dari halaman sekolah dan tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar,” ujar Kapolsek Ngawen.

MIRIS: Beredar surat pernyataan siswa tersebut dengan pihak sekolahanya (Foto--Istimewa)
MIRIS: Beredar surat pernyataan siswa tersebut dengan pihak sekolahanya (Foto–Istimewa)

Dan sempat beredar surat pernyataan dari dari perwakilan siswa tersebut yang diketahui berinisial GL. Siswa tersebut diwakili oleh TM, 65 yang merupakan orang tua korban, dimana dalam surat tersebut menjadi pihak 1.

Sedangkan pihak kedua tertuls Sriyana, 54 seorang guru PNS di sekolahan tersebut. Dimana isinya surat pernyataan tersebut ada beberapa pasal kesepakatan.

“Surat tersebut memang benar adanya, namun sejauh ini apakah surat tersebut untuk kelanjutan penyelesaian dari kasus siswa yang menenteng parang tersebut masih belum tahu,” terang Kepala Bidang SMP, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) kabupaten Gunung Kidul, Kisworo.

Kisworo juga mengatakan bahwa Kepala Sekolah SMP N 5 Ngawen Gunung Kidul sudah menghadap Kepala Dinas Disdikpora Gunung Kidul. Akhirnya, kepala sekolah mengakui kejadian tersebut dan akan melakukan pembinaan terhadap siswa tersebut agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. (Internet/bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: