Jadi Favorit Warga Magelang, 3 Pantai di Jogja Ini Punya Ombak Paling Mematikan

BNews—JOGJAKARTA— Wisata pantai di Jogjakarta cukup populer di kalangan wisatawan, tidak terkecuali bagi masyarakat Magelang. Namun, jika Anda hendak berwisata ke pantai, ada baiknya mewaspadai ancaman gulungan ombak mematikan di sepanjang pantai yang berada di Kulon Progo hingga Bantul.

Tiga pantai di Jogja, yaitu; Parangtritis dan Parangkusumo di Bantul serta Glagah di Kulon Progo dikenal memiliki ombak yang besar. Gulungan ombak di ketiga pantai itu kerap memakan korban jiwa.

Bukan cerita baru jika ada wisatawan yang hilang atau meninggal terseret ganasnya ombak di ketiga pantai tersebut. Keberadaan ombak mematikan itu sering dikaitkan dengan mitos Nyi Roro Kidul. Padahal, ada penjelasan ilmiah di balik ganasnya ombak di pesisir selatan Jogja.

Sebagai informasi, ketiga pantai di Jogja itu berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Hal inilah yang membuat ombak di sana menjadi favorit peselancar untuk ditaklukkan.

Akan tetapi, para pengunjung wajib waspada, karena bisa saja ombak besar itu merupakan rip current yang bisa menarik siapa saja. Rip current merupakan arus balik ke tengah laut yang deras dan mampu menyeret serta menenggelamkan berbagai benda, termasuk manusia.

Wilayah terjadinya fenomena ini ditandai dengan perairan yang tenang dan tidak ada ombak besar. Namun, arus di bawahnya sangat deras.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Rip current adalah arus yang bergerak dari pantai menuju ke laut yang dapat terjadi setiap hari dengan kondisi bervariasi mulai dari kecil, pelan dan tidak berbahaya, sampai arus yang dapat menyeret orang ke tengah laut. Hal ini terjadi akibat hubungan antara gelombang yang datang menuju pantai dan kondisi morfologi pantai (NOAA, 2005).

Rip current terkonsentrasi melewati jalur sempit (rip chanel) yang mengalir kuat kearah laut dari zona hempasan melintasi gelombang pecah hingga ada di laut lepas-pantai (Sunarto, 2003).

Hasil penelitian bertajuk Studi Rip current di Pantai Selatan Jogjakarta dilakukan Ishak Putra Pangururan, Baskoro Rochaddi dan Aris Ismanto, dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Semarang. Mereka menyebutkan fenomena rip current atau lebeng terjadi di hampir seluruh pantai di Jogja.

Hasil penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Oseanografi 2015 itu menyebutkan fenomena lebeng lebih dominan terjadi di pantai Jogja yang berada di kawasan Kulon Progo dan Bantul. Sementara lebeng di pantai Gunungkidul cenderung lebih sedikit. Kecepatan rip current berbanding lurus dengan kemiringan pantai (slope).

Hasil penelitian tersebut menjelaskan alasan mengapa ombak di Pantai Glagah, Parangtritis, serta Parangkusumo lebih ganas daripada pantai wisata lain di Jogja. Mengingat bahaya lebeng yang bisa terjadi sewaktu-waktu yang tidak dapat diprediksi secara pasti, maka wisatawan di pantai Jogja wajib hati-hati. Selama ini sudah banyak cerita tentang wisatawan terseret ombak besar di kawasan wisata pantai tersebut. (*)

Sumber: Solopos

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: