Jadi Kawasan Rawan Longsor, Desa Tangguh Bencana Bawang Tempuran Dibentuk

BNews–MAGELANG–– Hadapi ancaman bencana alam, membuat sebuah wilayah di Kabupaten Magelang ini membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana). Dimana pembentukan tersebut dipraksasi oleh BPBD Provinsi Jawa Tengah didukung BPBD Kabupaten Magelang, dan FPRB Jawa Tengah.

Wilayah tersebut adalah Desa Bawang Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang. Dimana wilayahnya berada di kawasan pegunungan payung, dan rawan terhadap bencana tanah longsor.

“Hampir 80 persen wilayah Desa Bawang ini menjadi kawasan rawan bencana tanah longsor. Sehingga pembentukan Desa Tangguh Bencana ini sangat dibutuhkan, dengan membentuk juga relawan FPRB Desa Bawang,” ungkap Triyono, 36, Kepala Desa Bawang disela pembentukan Destana (27/10/2021).

Terkait relawan FPRB, lanjutnya dibentuk dengan sejumlah anggota tim antara 20-25 orang. “Anggota FPRB ini terdiri dari berbagai unsur, mulai dari perangkat desa, pemuda, PKK, tokoh masyarakat, dan masyarakat itu sendiri” imbuhnya.

Untuk pembentukan Destana Desa Bawang dan Relawan FPRB ini, kata Triyono sudah digelar selama tiga hari sejak 25 Oktober 2021. “Ya pembentukan ini juga sambil mulai melakukan pemetaan potensi kerawanan, langkah upaya pencegahan, skenario kebencanaan dan sosialisasi,” ujarnya.

Sementara untuk memantakan tim relawan FPRB Desa Bawang untuk mendukung Destanan, Triyono mengaku kedepan akan diperdeskan. “Kalau sudah ada perdes akan lebih mudah dalam menyusun program dan pengadaan fasilitas mitigasi dan penanganan bencana alama. Semoga tahun depan bisa dimasukan dalam anggaran juga,” tandasnya.

Sementara, Kabid Logistik & Peralatan BPBD Provinsi Jawa Tengah Alexander Armin Nugroho saat berada di Desa Bawang menjelaskan pembentukan Desa Tangguh Bencana tersebut.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Jadi pembentukan Desa Tangguh Bencana ini bertujuan untuk menyiapkan masyarakat di Desa di kawasan rawan bencana untuk sertamerta siap siaga jika terjadi bencana sewaktu-waktu. Terpanting tujuan kami juga untuk meminimalkan, bahwa zero korban jika sewaktu-waktu terjadi bencana,” katanya.

Jadi di Destana ini, pihaknya BPBD Jawa Tengah memfasilitasi atas rekomendasi wilayah dari Kabupaten dalam pembentukan. “Ya mulai dari pembentukan, pendampingan, kajian-kajian agar lebih kuat kesiap siagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Tentunya bersama teman-teman FPRB Jawa Tengah memfasilitasi apa yang kiranya dibutuhkan di tingkat Desa ini,” paparnya.

Setelah Destana terbentuk dan progam berjalan, lanjutnya maka masyarakat diharapkan benar-benar tangguh. “Arti tangguh ini sendiri dalam kebencanaan yakni masyarakat nantinya memiliki daya , proteksi, antisipasi, lenting, dan adaptif. Kayak kalau di Merapi ada istilah Living Harmony Dissester,” tandasnya.

Sementara sebagai pemateri, Wakil Ketua FPRB Jawa Tengah Chabibullah menggunakan beberapa metode dalam pembentukan Destana Desa Bawang Tempuran ini. “Metode yang diberikan antara lain materi visual in class, kajian materi secara FGD dan tinjauan lapangan untuk materi out class. Dari proses pelatihan Destana ini juga menghasilkan  Forum PRB Desa; yang nantinya bertugas dalam kesiapsiagaan, mempengaruhi kebijakan dan Advokasi terkait kebijakan Desa dalam kebencanaan; Juga terkait peningkatan kapasitas team siaga Desa dan Team Siaga yang bertugas ketika Tanggap Darurat,” tambahnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: