Jenazah Covid-19 Dimakamkan Pakai Daster, Dinkes: Siapa Berani Lepas Bajunya

BNews—NASIONAL Seorang jenazah wanita yang disebut meninggal diduga pasien suspek covid-19 membuat geger jagad dunia maya. Sebuah foto sang jenazah itu viral di media sosial karena dimakamkan dalam kondisi masih mengenakan daster.

Terduga pasien itu dikuburkan melalui protokol covid-19. Ia  dimakamkan di pemakaman Suka Maju Jalan STM setelah dinyatakan meninggal di RS Sembiring.

Tapi masalah muncul saat pemakaman, peti jenazah tidak muat masuk ke liang lahat. Akhirnya pihak keluarga membuka peti, dan melihat jenazah perempuan itu menggunakan daster yang dibungkus kain kafan.

Lurah Suka Maju Harry Agus Perdana membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan, sebelumnya pasien masuk ke RS Sembiring, Kecamatan Delitua Kabupaten Deli Serdang pada Kamis (23/7) dengan penyakit jantung. Namun, pada Jumat subuh (24/7) pasien dinyatakan meninggal.

”Ketika saya hadir di lokasi, kondisi peti jenazah sudah terbuka. Tidak tahu pasti siapa yang membuka. Ada info di lapangan bahwa pihak keluarga yang membuka peti. Tapi (memang) itu belum dipastikan covid-19 atau tidak. Informasi yang kami terima dari rumah sakit, warga kita yang meninggal hasil rapid-nya reaktif,” ungkap Harry.

Karena hasil rapid test reaktif, maka rumah sakit mengarahkan keluarga agar pemakaman dilakukan sesuai protokol covid. Meski sempat ada penolakan, akhirnya pihak keluarga menerima dengan kesepakatan jenazah dimakamkan di pemakaman covid dan tetap dilakukan sesuai protokol covid.

”Waktu proses pemakaman awal tidak ada masalah, tapi info yang diterima dari keluarga bahwa petinya tidak muat, lalu oleh pihak keluarga petinya dibongkar, sehingga nampaklah jenazah yang masih berdaster itu,” jelasnya.

Loading...
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (Klik di sini)

Keluarga yang melihat hal itu pun beranggapan jika jenazah belum dimandikan. Sehingga pemakamannya dianggap tidak sesuai fardhu kifayah dalam agama Islam. Namun dari petugas RS Sembiring menyanggah tuduhan tersebut dengan mengaku telah memandikan jenazah tersebut.

”Sehingga keinginan keluarga untuk memandikan jenazah pun saya tolak. Dan pemakaman pun tetap dilanjutkan sesuai protokol covid. Karena kalau dikeluarkan dari peti, kan tidak (sesuai) protokol lagi,” ungkapnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumut dr Aris Yudhariansyah angkat bicara terkait gegernya jenazah terduga suspek yang dimakamkan dengan mengenakan daster. Berdasarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tahun 2020 tentang prosedur memandikan jenazah yang terpapar covid dapat dimandikan tanpa harus dibuka pakaiannya.

”Apabila jenazah tidak bisa dimandikan, dapat digantikan dengan tayamum. Kan mayat (pasien covid-19) itu tidak boleh diapa-apain kalau sudah meninggal. Siapa lagi yang berani membuka bajunya,” pungkasnya. (han)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: