Jogjakarta Larang Salat Ied di Lapangan Terbuka

BNews—JOGJAKARTA— Satu pekan menjelang Hari Lebaran Idul Fitri, Pemerintah Daerah (Pemda) Jogjakarta mulai memperketat protokol pencegahan covid-19. Sekretaris Daerah DI Jogjakarta Drs R Kadarmanta Baskara Aji menyampaikan, kesiaapan DIJ menghadapi Idul Fitri tahun ini bisa dibilang berbeda dibanding tahun sebelumnya.

Menurut Aji, Kakanwil Kemenag DIJ telah menetapkan tidak adanya pelaksanaan Salat Ied di masjid atau lapangan seperti biasa. Kebijakan beribadah, belajar dan belanja dari rumah tetap harus dilaksanakan.

Sebab, masyarakat masih harus menerapkan protokol pencegahan covid agar pandemi tidak semakin berlarut. ”Jadi nanti ibadahnya tetap di rumah seperti Salat Tarawih dan ibadah yang lain-lain sampai ke Salat Idul Fitri-nya,” tuturnya.

Aji juga menyinggung mengenai kondisi ekonomi menjelang lebaran. Saat ini kondisi perekonimian yang dipengaruhi covid menurun cukup drastis. Baik angka pertumbuhan maupun inflasinya.

”Covid memang memberikan dampak yang sangat tinggi pada pertumbuhan ekonomi di seluruh Indonesia. Tidak terkecuali DIJ,” ungkap dia dalam rapat terbatas Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DIJ di Ndalem Ageng Kompleks Kepatihan Jogyakarta, belum lama ini (14/5).

Selain itu, tidak kalah penting dibahas adalah soal keamanan dan pengamanan jelang lebaran. Akan ada pengembangan cek poin untuk memantau pemudik yang datang.

Sementara, pemerintah pusat sudah mengeluarkan kebijakan untuk membuka transportasi. Meskipun bukan untuk pemudik, tapi hal itu tetap membutuhkan perhatian ekstra.

”Jika semula cek poin hanya ada di jalan-jalan perbatasan masuk DIJ saja, kini harus di tambah. Penambahan itu akan berada di bandara baik Adisutjipto maupun JIA (Jogjakarta International Airport),” ungkapnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (Klik di sini)

Selain itu juga akan di tambahkan di stasiun di DIJ karena stasiun juga sudah kembali menjual tiket. ”Walaupun untuk melakukan perjalanan melalui transportasi itu harus ada prosedur pembuktian surat sehat bebas covid, surat tugas atau persyaratan lain. Tapi tetap kita lakukan penambahan cek poin,” jelas Aji.

Tidak hanya itu saja, Aji juga sempat menjelaskan mengenai rencana penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat terdampak covid jelang lebaran. Bantuan tersebut direncanakan akan didistribusikan akhir pekan.

”Dikarenakan proses penyalurannya adalah by name by address yang artinya diberikan secara langsung, maka pihaknya akan dibantu oleh Satpop PP, Kepolisian, TNI dan komponen lain untuk menjaga ketertiban,” tegasnya.

Meskipun Idul Fitri kali ini jauh berbeda seperti sebelumnya, namun diharapkan tidak akan mengurangi kehidmatannya. Ramadan dan Idul Fitri ditengah pandemi ini diharapkan mampu menjadi sarana untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan dan lebih khusyuk beribadah.

”Idul Fitri kali ini, masyarakat diharapkan akan tetap melaksanakan protokol pencegahan covid dan tetap melaksanakan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat),” harap Aji. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: