Kasus Pembunuhan Gadis Tinggal Tulang Terungkap, Ini Motifnya

BNews—TEGAL—Terungkap sudah kasus penemuan mayat tinggal tulang belulang di Desa Cerih, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, pada Jumat pekan lalu. Pelaku pembunuhan merupakan kerabat dekat korban.

Pelaku sudah berhasil dibekut Satreskim Polres Tegal. “Kelima pelaku masing-masing yang telah ditetapkan tersangka yakni, Abdul Malik (20), Saiful Anwar (24), keduanya warga Desa Cikura, Kecamatan Bojong. Kemudian, Muhammad Sopro’i (18), dan NL (17), warga Desa Cerih, Jatinegara, serta AI (15), warga Desa Kajenengan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal.,” ungkap Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Priantomenjelaskan.

Advertisements
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});


Adapun motif para para pelaku pembunuhan, pada awalnya motif asmara antara masing-masing pelaku yang sering bertukar pasangan. Korban diketahui tidak hanya berhubungan dekat dengan tersangka Abdul Malik, tapi juga dua laki-laki lain yang ikut membunuh korban. 


“Ada juga pelaku yang marah kepada korban karena korban dekat dengan pacarnya pelaku. Ini awalnya adalah motif asmara,” ujar Kapolres.

Kedua, motif cemburu salah satu pelaku kepada korban. Tersangka Abdul Malik yang dibakar rasa cemburu, akhirnya membunuh korban setelah mereka lebih dahulu berhubungan seksual di lokasi kejadian. 

Kemudian motif ketiga, sakit hati dan marah kepada para korban. Para tersangka sakit hati dengan kata-kata yang diucapkan korban dan prilakunya.

“Ada kata-kata ucapan para korban yang menyinggung perasaan para pelaku. Khusus untuk AM, setelah melakukan hubungan seksual dengan korban, dia mengetahui ternyata korban punya hubungan dengan cowok-cowok yang lain. Awal kecemburuan ini yang menyulut emosi AM untuk melakukan tindak pidana pembunuhan itu,” kata AKBP Dwi Agus Prianto.

Akibat perbuatannya kelima pelaku dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 80 Ayat 3 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan pasal 339 KUHP tentang Pembunuhan dengan Pemberatan. Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara.

Sebelum ditemukan dalam kondisi mengenaskan, jasad yang diidenetifikasi sebagai Nurkhikmah,16 itu, sudah sekitar 5 bulan menghilang. Ayah korban, Imam Maliki, 40 saat sedang memberi penjelasan di ruang penyidik mengaku bersyukur, pembunuh putrinya sudah ditangkap.

“Salah satu pelaku masih saudara dengan ibunya, dan jelas semuanya saudaraan dengan saya,” katanya.

Jasad putrinya meskipun tinggal tulang belulang akan dikebumikan layaknya orang meninggal dunia. Rencana akan dimakamkan di TPU dekat kediamannya di Desa Cerih, sembari menunggu proses penyidikan.

“Saya akan kuburkan jasad anak saya seperti pada umumnya. Anak saya dikenal pendiam dan sudah curiga saat berbulan-bulan tidak pulang, firasat buruk sudah saya rasakan,” imbuhnya sembari mengusap mata.

Sebelumnya diberitakan Nurkhikmah ditemukan warga sekitar dalam kondisi hanya tinggal tulang-belulang dengan tangan dan kaki terikat, pada Jumat, 9 Agustus 2019, pukul 11.00 WIB di sebuah rumah kosong. (Internet/bsn/bn1)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: