Kejari dan Pemkab Magelang Gelar Bimtek Aplikasi Jaga dan Kawal Dana Desa

BNews–MUNGKID-– Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Jaga dan Kawal Dana Desa digelar oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Magelang kemarin (3/7/2020). Hal ini disambut baik oleh Pemkab Magelang

“Kegiatan ini merujuk pada peraturan Menteri Desa No 11 Tahun 2009 tentang penekanan pada sistem dana desa secara digital,” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Magelang, Edi Irsan Kurniawan.

Menurutnya, melalui sistem dana desa secara digital akan memiliki konsekuensi membuka ruang yang lebar dan terbuka. Sehingga semua pekerjaan yang dilakukan dengan memanfaatkan dana desa tersebut bisa diketahui oleh publik.

“Dengan adanya aplikasi tersebut diharapkan ada pengawasan dari publik. Dan tentunya juga sangat bermanfaat bagi para atasan kepala desa yang ada dalam otoritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang,” imbuhnya.

“Tentunya juga bagi kami (Kejaksaan Negeri Kabupaten Magelang) sebagai aparat penegak hukum,” tegasnya.

Edi mengungkapkan, sebagai aparat penegak hukum Kejaksaan Negeri juga memiliki fungsi untuk mencegah secara dini kebocoran-kebocoran pengelolaan dana desa. Melalui kegiatan bimtek tersebut, peserta yang hadir bisa benar-benar mempelajarinya. Dimana para camat dan pihak terkait lainnya ikut hadir.

“Ya paham akan E-Planning, E-Budgeting, E-Controling, dan E-Monitoring,” ujarnya.

Loading...

Ia berharap, semua pembiayaan yang berasal dari dana desa harus jatuh di pos yang tepat. “Tentu kita tidak berharap hari hari kedepan tidak ada pemeriksaan dan temuan-temuan yang tentunya akan merepotkan kita semua, terutama bagi pemegang anggaran dana desa,” harapnya.

DOWNLOAD MUSIK-MUSIK PENEMAN KERJA KALIAN (KLIK DISINI)

Sementara Bupati Magelang, Zaenal Arifin mengucapkan terima kasih kepada Kejari atas Bimtek dan sosialisasi yang dilakukan ini. “Hal ini karena perkembangan jumlah dana desa yang diterima oleh Pemkab Magelang dari tahun ke tahun semakin meningkat. Tentunya hal ini perlu dalam rangka mengawal dana desa,” katanya.

“Secara regulasi undang-undang, dana desa akan mengalami peningkatan tiap tahunnya kurang lebih 10 persen. Sehingga di Kabupaten Magelang sendiri sudah ada dana desa kurang lebih Rp 390 milliyar. Maka harapannya ini bisa dikelola dan digunakan dengan sebaik-baiknya,” harapnya.

Menurutnya, aplikasi tersebut sangatlah penting mengingat background yang ada di jajaran pemerintah desa berbeda-beda. Ditambah lagi aplikasi jaga dan kawal dana desa ini sudah digunakan kurang lebih oleh 7.000 desa di seluruh Indonesia.

Latar belakangnya ada yang sudah berangkat dari background pemerintahan, ada yang berangkat dari perdagangan, ada yang datang dari industri kecil, dan yang lainnya juga. Maka melalui aplikasi dan bimtek ini kita akan menyamakan presepsi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dalam mengelola, mengkoreksi, dan memantau dana desa agar nantinya tepat sasaran,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: