Sejumlah Fakta Kasus Pembunuhan Pelajar Di Magelang, Tersangka Terancam Hukuman Mati

BNews–MAGELANG– Seorang anak berstatus pelajar kelas VII di Grabag Magelang ditetapkan menjadi tersangka kasus pembunuhan. Anak tersebut berinisial IA yang masih berusia 15 tahun.

IA tega menghabisi nyawan teman sekolahnya sendiri berinsial WH yang masih berusia 13 tahun. Dan mayat WH ditinggal di sebuah kebun kopi di Dusun Purwogondo Desa Sumuarum Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang.

AI mengaku kepada petugas mengeksekusi korban WS, 13, seorang diri. Fakta baru yang juga terungkap pelaku memilki motif sakit hati.

Dan berikut sejumlah fakta yang berhasil dirangkum Borobudurnews.com dari kasus pembunuhan sesama pelajar di Grabag Kabupaten Magelang.

Motif Sakit Hati

Kapolres Magelang AKBP Sajarod Zakun mengatakan bahwa dari pengakuan tersangka nekat melakukan perbuatan tersebut karena sakit hati.

“Jadi tersangka ini sebelumnya mengambil handphone milik korban dan ketahuan gurunya. Tersangka ini tidak terima dan menjemput korban sore harinya di rumahnya,” katanya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Saat itu tersangka mengajak korban dengan pamit akan foto copy tugas sekolah. Namun ternyata tersangka membawa korban ke sebuah kebuh kopi yang jadi TKP.

“Tersangka nekat menghabisi korba karena sakit hati. Sehingga merencanakan untuk mengahibis korban,” imbuhnya.

Dari pengakuan tersangka Ia melakukannya sendiri. “Namun meski demikian kita tetap terus melakukan pengembangan. Apakah dia melakukan pembunuhan benar sendiri atau bersama-sama atau orang lain yang ikut serta atau membantu,” ujar Kapolres.

Korban dan Tersangka Sempat Cecok Mulut

Kapolres juga mengungkapkan, bahwa ternyata tersangka ini mengajak korban ke kebun kopi untuk berkelahi.

“Korban dengan tersangka sempat cecok mulut. Dan ternyata tersangka ini sudah menyiapkan sabit/clurit di TKP tersebut sebelumnya,” imbuh Kapolres.

Setelah cecok tersebut, tersangka mengambil clurit dan menebaskan kepada korban. Sehingga di tubuh korban terdapat sejumlah luka senjata tajam.

“Korban ini sempat lari dari tersangka. Namun oleh tersangka dipukul menggunakan batang kayu dari belakang dan mengenai kepala korban sehingga tidak sadarkan diri. Dan diduga setelah itu korban meregang nyawa di lokasi,” paparnya.

4 Saksi Diperiksa Polisi

Disebutkan oleh Kapolres, sejauh ini sudah terdapat empat orang saksi kasus tersebut dipanggil pihak kepolisian.

“Kita sudah lakukan pemeriksaan 4 orang saksi. Yakni kedua orang tuanya, dan Budhe korban yang dipamiti oleh tersangka,” imbuhya.

“Kemudian saksi orang lain yang melihat atau menyaksikan tersangka mencuci tangan dan melihat pakaian korban ada bercak darah,” ungkapnya.

Tersangka Diancam Hukuman Mati

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan atau Pasal 80 ayat 3 UU RI tentang perlindungan anak.

Untuk pasal 340 KUHP ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau maksimal 20 tahun.

“Kemudian kita lapis pasal 80 ayat 3 ancaman hukuman 15 tahun penjara dan atau denda Rp 3 miliar,” tambah Sajarod. (bsn)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!