Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Ketua Umum PMI Pusat, Jusuf Kalla Dukung Wacana Vaksinasi Covid Mandiri

Ketua Umum PMI Pusat, Jusuf Kalla Dukung Wacana Vaksinasi Covid Mandiri

  • calendar_month Sab, 30 Jan 2021

BNews–NASIONAL– Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, M. Jusuf Kalla (JK) mendukung wacana vaksinasi covid-19 mandiri. Dimana wacana tersebut dikemukakan oleh pemerintah melalui Menteri kesehatan Budi G. Sadikin. Menurut JK.

Menurutnya, Vaksin mandiri  membantu mempercepat program vaksinasi yang sedang dijalankan pemerintah.

JK menekankan untuk mencapai target 1 tahun, dibutuhkan memvaksin 1 juta orang per hari dan itu tidak mungkin hanya dilakukan oleh pemerintah tanpa dibantu pihak swasta.

“Kita mendukung upaya vaksinasi secara mandiri atau gotong royong, karena ini akan mempercepat vaksinasi.  Bila  mau diselesaikan dalam waktu 1 tahun, maka dibutuhkan vaksin setidaknya 1 juta per hari dan itu tidak mungkin dilaksanakan oleh pemerintah saja,” katanya dalam rils yang diterima Borobudurnews.com (29/1/2021)

Lebih lanjut JK menjelaskan yang dimaksud dengan vaksin mandiri adalah pihak perusahaan swasta memberikan vaksin sendiri untuk karyawannya.

Dengan demikian diharapkan apabila hal tersebut dilakukan maka perusahaan tersebut akan bisa kembali bekerja dengan normal dan dapat segera melakukan pemulihan ekonomi.

Selain itu vaksin mandiri juga dapat meringankan beban pemerintah.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Jadi vaksinasi mandiri atau gotong royong ini termasuk membantu orang orang tidak mampu juga. Katakanlah pabrik rokok karyawannya sampai 25 ribu kalau vaksinnya ditanggung perusahaan,  itu artinya gratis juga dan meringankan beban pemerintah dan rakyat,” ungkapnya.

Optimisme JK tersebut berdasarkan pengalaman ketika swab test hanya bisa dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini kementerian kesehatan.

 Di mana hasil swab test tersebut akan diketahui setelah 7 hari semenjak test dilakukan; sehingga orang yang ditest tersebut bisa menularkan lagi atau tertular.

 Namun ketika pihak swasta diperbolehkan ikut melakukan swab test; hanya dalam waktu 8 jam hasilnya bisa diketahui dengan biaya yang lebih murah.

Saat ini wacana vaksin mandiri dengan melibatkan swasta masih dikaji oleh pemerintah.

Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksinasi Covid-19, Siti Nadia Tarmizi menjelaskan vaksin mandiri bersifat korporasi; atau perusahaan yang menyediakan untuk seluruh karyawannya. Dan hal ini tidak dibebankan untuk masing-masing individu. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less