Kisah Bayi 3,5 Bulan yang Hidup di Angkot Bersama Sang Ayah

BNews—SEMARANG— Kisah pilu datang dari wilayah Kota Semarang. Seorang sopir angkutan umum terpaksa membawa serta anak bayinya berusia 3,5 bulan setiap harinya.

Nurul Mukminin, ayah dari bayi bernama Bilqis Khoirun Nisa 3,5 bulan itu terpaksa mengajak anaknya bekerja. Istrinya meninggal dunia sehingga tidak ada yang merawat sang bayi.

Lelaki berusia 46 tahun itu sehari-hari bekerja sebagai supir angkutan kota jurusan Mangkang – Johar. Tidak hanya anaknya yag 3,5 bulan, anknya yang berusia 4 tahun juga turut dibawa serta.

“Sebenarnya tidak tega mengajak Bilqis dan Najwa. Namun mau bagaimana lagi, keadaan mendesak saya untuk melakukan hal tersebut. Daripada saya tinggal di rumah, lebih baik saya ajak ngompreng (ngangkut penumpang) karena bisa langsung saya pantau,” kata Nurul/

Susu formula dan popok selalu ia siapkan sebelum berangkat kerja. Karena selalu berada di samping Bilqis, dia paham betul tanda-tanda buah hatinya itu akan buang air kecil atau air besar. 

Namun, dia mengaku sempat sesekali kerepotan karena saat sedang menyupir, tiba-tiba anaknya nangis kepanasan atau minta minum susu.

Kala buah hatinya menangis, Nurul menepikan angkot untuk membuat susu atau memeriksa popok. Menurutnya, kebanyakan penumpang sudah memahami kondisinya. Bahkan ada juga yang membantu untuk mengasuh Bilqis.

“Biasanya kalau menangis saya bilang ke penumpang ‘maaf ada iklan’ begitu. Kebanyakan penumpang sudah memahami kondisi saya. Penumpang malah banyak yang membantu.”

Dia menyadari banyak penumpang merasa kasihan, sehingga memberikan uang melebihi standar ongkos. Uang itu, dia simpan untuk dibelikan makanan  buah hati.

Bahkan, lanjutnya, banyak juga penumpang yang kaget ketika tiba-tiba ada suara bayi di dalam mobil. Setelah melihat buah hatinya, banyak yang menanyakan keberadaan sang ibu lantas iba.

“Banyak yang kaget juga, kok tiba-tiba ada suara bayi menangis di dalam mobil. Saat penumpang tanya di mana ibunya, saya cuma bilang ibunya sedang pulang.”  (her/wan)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: