Kisah Komunitas Gowes Para Petani di Grabag Magelang

BNews–GRABAG– Para petani di Grabag ini tidak ingin kalah dalam tetap menjaga kesehatan yang saat ini sedang trend. Mereka ikut bersepeda atau gowes bersama dalam sebuah komunitas.

Hasil Tani Cycle (HTC) nama komunitas yang berasal dari Dusun Pakel Desa Ketawang Kecamatan Grabag Magelang ini. Mereka baru diresmikan pada 1 April 2020 lalu.

“Sebenarnya sebelumya kami memang sudah rutin bersepeda bersama. Cuman komunitas ini kami bentuk dan diresmikan sekaligus membuka untuk anggota baru 1 April lalu,” ungkap Andriy Kaboul selaku salah satu anggotanya.

Kenapa diberi nama Hasil Tani Cycle, Ia mengungkapkan di daerahnya mayoritas warganya menjadi seorang petani. “Kami ingin menaikan pamor seorang petani di kalangan goweser. Agar tidak memandang rendah seorang petani yang setiap harinya di sawah, kami juga bisa gows,” ungkapnya.

Komunitas Hasil Tani Cycle saat gowes bersama
Komunitas Hasil Tani Cycle saat gowes bersama

Saat ini HTC sudah beranggotakan 34 orang goweser senior maupun pemula. “Kami rutin setiap hari Minggu gowes dan kongkow bareng-bareng. Tentunya dengan rute dan tujuan berbeda-besa,” imbuhnya.

Kaboul sapaan akrabnya juga mengungkapkan tidak menutup kemungkinan bagi siapa saja yang ingin bergabung di komunitas kami. “Ya yang terpenting punya sepeda dan mau bareng-bareng gowes bersama kami. Namun kami rekomendasikan bagi yang punya sepeda MTB, kalau sepeda Seli atau RB jangan dulu gabung,” ujarnya.

Loading...

Selain aktivitas gowes, anggota HTC ini juga memiliki kegiatan rutin harian. “Kebanyakan anggota kami adalah petani, pekerja serabutan ataupun wiraswasta. Kegiatan rutin kami ya bekerja, karena ada beberapa orang yang bekerja jadi satu,” ungkapnya.

Komunitas Hasil Tani Cycle saat gowes bersama
Komunitas Hasil Tani Cycle saat gowes bersama
DOWNLOAD MUSIK KEREN LATHI DAN LAINNYA (KLIK DISINI)

Ia menceritakan, bahwa kenangan manis saat gowes bersama terjadi pada 20 Mei 2020 lalu. “Saat itu kami gowes bersama-sama dengan rute terjauh kita sampai Pantai Parangtritis Yogyakarta. Dan saat perjalanan support team atau saling tolong menolong ketiga ada rekan yang terkendala,” kenangnya.

“Dengan adanya komunitas ini, kami sangat banyak merasakan manfaatnya. Karena kami terkesan hubungan persatuan dan silahturahmi kita lebih erat dan lebih kekeluargaan,” tegasnya.

“Semoga kedepan kami semakin besar dan kekompangan terus meningkat. Selain untuk kesehatan juga untuk persatuan kesatuan,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: