Kisah Satu Keluarga Asal Purworejo Dievakuasi Petugas Medis Karena Terpapar Corona

BNews—PURWOREJO—Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tjitrowardojo Purworejo mengevakuasi satu keluarga karena terpapar Virus corona (covid-19). Tiga orang terpaksa dibawa kerumah sakit karena ayah dan anak dinyatakan positif.

Juru Bicara Covid-19 Purworejo, Dokter Darus kemarin malam dua orang yang merupakan bapak dan anak itu keluar hasil swabnya. Kemudian, satu rumah termasuk istri dievakuasi ke RSUD.”

“Turut dievakuasi juga sang istri, meskipun hasil test swab-nya belum keluar. Ketiganya dievakuasi ke RSUD bukan karena sakit, namun karena pertimbangan non medis,” katanya, kemarin.

Darus menjelaskan sesuai dengan prosedur yang berlaku, orang yang positif Covid-19 namun tidak ada keluhan, tidak perlu menjalani perawatan di rumah sakit. Yang bersangkutan bisa melakukan isolasi mandiri, dengan pengawasan dan pemantauan yang ketat

“Namun dengan pertimbangan munculnya keresahan di tengah masyarakat yang khawatir tertular, maka keluarga tersebut akhirnya kita evakuasi ke RSUD dr Tjitrowardojo,” jelasnya.

Dia juga menampik anggapan masyarakat bahwa warga positif Covid-19 itu tidak diisolasi di rumah sakit, karena merupakan seorang pejabat di jajaran Pemkab Purworejo. “Ini bukan masalah pejabat atau rakyat biasa, tapi karena prosedurnya memang seperti itu. Rakyat biasa-pun kalau positif Covid-19 tapi kondisi kesehatannya membaik, bisa diisolasi di rumah masing-masing,” katanya.


Lebih lanjut, Darus menganalogikan dengan kasus yang terjadi di negara-negara yang korban akibat Covid-19 sangat banyak. “Kalau korban terus bertambah, rumah sakit bisa kekurangan ruang isolasi utamanya bagi PDP atau yang positif dengan kondisi kesehatan benar-benar bermasalah. Sehingga yang terkonfirmasi positif namun kondisi kesehatannya membaik ya dipulangkan saja untuk isolasi mandiri di rumah,” jelasnya.

Loading...

Sebelumnya, pemerintah setempat telah menginformasikan kepada publik ketika hasil swab telah keluar dan positif. Adapun langkah yang dilaksanakan yakni berkoordinasi dengan RW, Lurah dan Forkopimcam. Melalui koordinasi tersebut diharapkan agar mendapat dukungan dari lingkungan.


Sesuai protokol komunikasi publik penanganan Covid-19 bahwa data dan identitas pasien tidak disebarluaskan ke publik. “Segala kebutuhan keluarga tersebut akan dilayani, sehingga mereka tidak perlu keluar rumah untuk memenuhi kebutuhannya,” katanya.(wan/her)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: