Kreatif, Drone Layang Layang Ala Warga Mungkid

BNews—MUNGKID—Pemuda di Mungkid Kabupaten Magelang menunjukkan kreatifitasnya dengan membuat drone layang-layang. Yakni sebuah layang-layang besar yang dipasangi dengan kamera untuk mengambil foto dan video dari ketinggian.

Pemuda kreatif tersebut bernama Muhammad Taufik, 24, warga Gundo, Progowati, Mungkid, Magelang. Ia pertama kali mendapat ide membuat drone layang-layang tersebut dari media sosial.

”Saya terinspirasi thread orang-orang di media twitter,” kata dia kepada Borobudurnews, hari ini (7/8/2020) pagi.

Dia menjelaskan, drone layang-layang yang dibuatnya bersama teman-temannya tersebut memiliki tinggi 210 sentimeter dan lebar 180 sentimeter. Kemudian untuk kameranya, memanfaatkan dari kamera ponsel miliknya.

”Sebelum menerbangkan, ponsel saya direkatkan menggunakan lakban pada kerangka layang-layang kemudian kamera ponsel diatur untuk mengambil video,” jelasnya.

Dalam menerbangkannya, lanjut Taufik, membutuhkan tiga orang untuk memegang tali layang-layangnya. Kemudian, dibutuhkan dua orang untuk menarik layang-layang sejauh mungkin agar bisa terbang. Karenanya saat menerbangkan harus di lahan yang cukup luas.

”Kemarin (6/8/2020) sore, pertama kalinya drone layang-layang itu diterbangkan. Awalnya saya ingin menerbangkan untuk melihat desa namun tidak ada lahan yang muat untuk bisa menerbangkan,” paparnya.

Loading...
Drone layang-layang

”Sehingga saya beralih ke lahan lainnya dan saat berhasil menerbangkan, video yang didapat adalah pemandangan objek wisata Ladon Little Island dari ketinggian sekitar 60-70 meter,” sambungnya.

Lanjut Taufik, kedepannya ia ingin menerbangkan lagi dengan bentuk layang-layang yang lain. Sebab layang-layang yang sebelumnya sudah diterbangkan itu, telah rusak.

”Inginnya ya digunakan seterusnya. Namun ternyata saat kemarin, pertama kali naik, langsung akibat adanya tekanan angin besar sedangkan kertas layang-layangnya tipis,” imbuhnya.

Tambah dia, untuk membuat layang-layang tersebut, ia menghabiskan uang sekitar Rp55 ribu. Yakni untuk tali layang-layang seharga Rp30 ribu dan untuk kertas serta lem Rp25 ribu.

Download Aplikasi Borobudurnews (Klik Disini)

”Rencananya saya akan membuat layang-layang lagi dengan ukuran yang lebih kecil, agar lebih ringan saat diterbangkan dibanding yang kemarin dan saya berharap kedepannya bisa memiliki kamera gopro. Karena kalau menggunakan ponsel, terasa lebih berat,” pungkasnya. (mta)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: