Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Kronologi Lengkap Penculikan Ibu dan Anak di Magelang, Debt Collector Sekap Mereka Di Sleman

Kronologi Lengkap Penculikan Ibu dan Anak di Magelang, Debt Collector Sekap Mereka Di Sleman

  • calendar_month Ming, 7 Des 2025

Rabu, 3 Desember

Para tersangka kembali datang ke rumah DEA untuk menagih tunggakan. Karena DEA tidak berada di rumah, mereka bertemu dengan korban NR beserta anaknya (disebut juga sebagai NE dalam keterangan keluarga).

Para DC tersebut membawa NR dan anaknya dengan dalih akan melakukan mediasi ke Polsek Tegalrejo. Namun upaya mediasi tersebut tidak membuahkan hasil.

Alih-alih mengantar korban kembali ke rumah, para tersangka justru membawa NR dan anaknya berkeliling.

“Berangkat dari sini sekitar jam 19.30 WIB, terus ke Polsek Tegalrejo. Di sana (polsek) disambut dengan baik, laporan ditolak. Kalau mau berembuk baik-baik diperbolehkan. Tapi, mereka ngomongnya keras (disertai umpatan),” ujar NR.

NR mengaku dibawa berkeliling wilayah Magelang hingga dini hari karena para pelaku kebingungan menentukan lokasi penyekapan.

“Duduk-duduk (di sekitar polsek) sampai jam 23.00 WIB. Setelah dari Polsek Tegalrejo, saya dibawa muter-muter ke Rindam (sambil berembuk mereka). Kurang lebih jam 02.00 WIB dini hari, terus sampai Sleman sudah pagi,” katanya.

“Saat jalan, DC kebingungan. Karena nanti saya mau dikasih di mana (tempat menyekap). Saya dibawa ke rumah daerah Kledokan, Depok, Sleman,” sambungnya.

Kamis, 4 Desember

NR dan anaknya tiba di sebuah rumah kontrakan di wilayah Sleman pada dini hari. Para pelaku langsung menyuruh korban dan anaknya untuk tidur.

Sekitar pukul 10.00 WIB, korban hanya diberikan satu kali makan berupa nasi bungkus dan air putih. Selama penyekapan, itulah satu-satunya makanan yang diberikan oleh para pelaku.

“Cuman sekali (dikasih makan) sampai pulang nggak dikasih lagi,” imbuhnya.

NR dan anaknya berada seharian penuh di rumah kontrakan tersebut. NR merasa para pelaku juga mulai ketakutan.

“Saya merasa pada Kamis malam, mereka sudah pada ketakutan,” ujarnya.

Selama disekap, korban juga mengalami tekanan verbal.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

“Anak saya nangis karena ngomongnya keras,’bentar-bentar tanya mana uangnya, mau bayar kapan’. Itu terus, yang gede, pemimpinnya. Kadang memukul meja, kursi,” katanya.

Pada hari yang sama, DEA melaporkan peristiwa penculikan tersebut ke Polresta Magelang.

Jumat, 5 Desember

Sekitar pukul 01.00 WIB, NR dibangunkan dan diberi tahu akan diantar pulang. Sekitar pukul 03.00 WIB, NR dan anaknya dibawa keluar dari rumah kontrakan tersebut menggunakan sepeda motor.

“Setelah anak bangun, turun diboncengkan naik motor. Kayak minimarket berhenti,” ujarnya.

Di lokasi minimarket, para pelaku akhirnya ditangkap pihak kepolisian. Sempat muncul kepanikan di pihak korban sebelum mengetahui bahwa yang melakukan penangkapan adalah aparat.

“Saya kaget, begitu turun dari motor, yang mengantarkan saya ditangkap (sempat panik). Terus saya diminta untuk tenang (oleh polisi), langsung ayem saya. Itu sudah jam 03.00 WIB lebih,” ujarnya.

NR dan anaknya kemudian dibawa ke Polresta Magelang. Di sana, mereka bertemu kembali dengan DEA.

Kapolresta Magelang, Kombes Herbin Garbawiyata Jaya Sianipar, mengungkapkan bahwa penangkapan para pelaku sempat diwarnai aksi kejar-kejaran.

“Para pelaku ini kita amankan di jalan. Sempat terjadi kejar-kejaran antara tim kita dengan para tersangka di sekitar Seturan, Sleman,” kata Herbin, Jumat (5/12).

Herbin juga menyebut para tersangka sempat meminta uang tebusan.

“Para tersangka meminta uang sejumlah Rp 16 juta agar para korban bisa dikembalikan,” bebernya. (*)

About The Author

  • Penulis: Borobudur News

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less