Kronologi Penemuan Mayat Kepala Sekolah Magelang di Dalam Rumah

BNews—MAGELANG— Seorang guru yang menjabat sebagai kepala sekolah di Kajoran, Kabupaten Magelang, ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, Kamis (18/2). Warga Dusun maitan RT2 RW10, Dusun/ Desa Borobudur ini ditemukan sudah menjadi mayat.

Korban diketahui bernama Tri Ahmad Ansori, 40. Ia merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Sekolah Dasar Negeri Kajoran.

Penemuan Tri terjadi karena ketidaksengajaan. Dimana dua saksi yang merupakan warga setempat; Kabib, 49 dan Zaenal Arifin, 47, pada hari Kamis datang ke rumah korban untuk menengok. 

”Sekitar pukul 16.00WIB, ada teman korban (identitas tidak ada) kedatangan ke rumah dengan maksud bertamu. Namun setelah beberapa kali pintu rumah diketuk tidak ada jawab/ sepi,” kata Kabib dikutip dari keterangan kepolisian yang diterima redaksi Borobudur News, Jumat (19/2).

Teman Tri yang bertamu kemudian mendatangi rumah Kabib yang tak jauh dari rumah korban. Kepada saksi, tamu tersebut berinisiatif menanyakan keberadaan korban selaku tetangga dekatnya.

”Saya jawab kurang tahu. Setelah itu teman korban pergi karena,” ujarnya.

Kabib kemudian menaruh curiga terhadap korban. Dimana, pintu rumah korban dalam keadaan terkunci.

”Saya putuskan menggunakan anak tangga untuk melihat ke dalam garasi dan melihat sepeda motor milik korban berada di dalam,” ungkapnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Semakin curiga dan memiliki firasat tak baik, Kabib lantas meminta bantuan kepada Zaenal. Keduanya kemudian memanjat dak lantau lewat samping rumah milik korban sebelah selatan.

”Kami melihat situasi dalam ruang tengah melalui celah ventilasi yang terbuat dari papan. Saat itu kami lihat korban dalam posisi duduk di kursi menghadap ke selatan tanpa baju. Hanya memakai celana pendek warna hitam dan mulut dalam keadaan terbuka,” terangnya.

Merasa panik bercampur ketakutan, Kabib dan Zaenal kemudian melaporkan peritiwa tersebut ke kantor polisi terdekat. Tidak berselang lama, polisi datang ke TKP.

”Kami berkoordinasi dengan relawan BPBD dan OPRB BRB untuk proses evakuasi. Sementara olah TKP dilakukan unit Reskrim dan Inafis Polres Magelang dibantu tim medis Puskesmas Borobudur,” tutur Kapolsek Borobudur, AKP Sigit Asnawi.

Korban saat dievakuasi dari rumahnya menuju RSUD Muntilan (foto: bsn)

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Borobudur, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda tanda penganiayaan. ”Diduga korban meninggal karena sakit serangan jantung mendadak,” jelasnya.

Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Muntilan oleh tim BPBD Kabupaten Magelang dengan menggunakanmobil ambulans Desa Tanjungsari. Atas kejadian tersebut pihak keluarga menerima dan selanjutnya korban dimakamkan dengan standar Prokes di TPU Dusun Maitan Desa/Kecamatan Borobudur. (han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: