Legislatif Kota Jogja Minta Pemkot Berikan Garansi Jika KBM Tatap Muka Dimulai

BNews—JOGJAKARTA— Anggota Dewan legislatif Kota Jogjakarta meminta Pemerintah Kota (Pemkot) lebih berhati-hati sebelum memulai Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. Orang tua siswa pun harus dilibatkan, serta menjamin sepenuhnya keselamatan anak didik tanpa terkecuali.

Anggota Pansus Pendidikan DPRD Kota Jogjakarta, Triyono Hari Kuncoro mengatakan, pihaknya mendorong pemerintah untuk menggaransi penerapan protokol kesehatan di sekolah. Hal ini jika pembelajaran tatap muka benar-benar akan dimulai kembali pada kisaran Januari 2021 mendatang.

“Kalau mau mulai tatap muka lagi, harus ketat. Artinya tidak boleh serampangan, waton mlebu kabeh, kan tidak bisa. Ya, harus ada pola-pola terpadu dari sisi kesehatan, maupun capaian siswanya juga,” ungkap Kuncoro.

”Sekarang kita lihat capaian siswa kalau dari sisi mutu sangat menurun, karena belajar daring itu. Kurikulum bisa tercapai 60 persen saja sudah bagus, ya,” imbuhnya.

Ia menyebut, orang tua atau wali murid, memegang peran penting dalam rencana pembelajaran di tengah pandemi ini.

Pemerintah tidak boleh memaksakan anak untuk kembali beraktivitas di sekolah tanpa restu orang tuanya karena situasi pagebluk memang belum berakhir.

”Ya, orang tua harus dilibatkan, ditawarkan istilahnya, ya. Gimana, anakmu mau berangkat sekolah atau tetap belajar di rumah dulu? Mungkin begitu,” cetusnya.

”Pandemi kita tidak tahu kapan selesai. Dinamikanya, kan di situ. Satu sisi orang tua tidak bisa memenuhi pembelajaran di rumah. Tapi, di sisi yang lain, kasus covid-19 sekarang malah semakin naik angkanya,” imbuh Kuncoro.

Lebih lanjut, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menegaskan, kapanpun sekolah tatap muka ini akan dimulai, Pemkot Jogjakarta harus all out dari sekarang.

Khususnya, dalam mengalokasikan anggaran untuk menunjang penerapan protokol kesehatan di sekolah.

”Protokol kesehatan harus ketat, dijaga betul. Penyemprotan (disinfektan) dan sebagainya, dilakukan berkala. Siapkan dari sekarang. Apalagi, sisa anggaran di BTT masih banyak. Jadi, harusnya bisa dibelanjakan untuk menunjang pendidikan selama masa covid,” pungkasnya. (wan/han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: