Mantap.. Pemerintah Bakal Tambah Spot Wisata di Kawasan Candi Borobudur

BNews—BOROBUDUR— Pemerintah pusat tengah melakukan percepatan pembangunan di empat destinasi pariwisata nasional di Jawa Tengah. Salah satunya tertuang dalam Perpres 46 Tahun 2017 tentang Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Borobudur yang di dalamnya termasuk kawasan Karimun Jawa.

”Dalam upaya menambah spot destinasi, Kemenko Marves memfasilitasi aspirasi desa yang disampaikan oleh Ketua DPRD (Kabupaten) Magelang (Saryan Adiyanto) terkait pengembangan spot wisata di 20 desa di sekitar kawasan Candi Borobudur,” tutur Deputi Bidang Infrastruktur dan Transportasi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Djoko Hartoyo, Jumat (26/6).

Usulan tersebut telah diakomodir dalam ITMP (Integrated Tourism Master Plan) yang telah rampung disusun dan sedang dipersiapkan Rancangan Peraturan Presiden-nya. Dengan masuknya usulan ke dalam ITMP, diharapkan pembangunan infrastruktur seperti jalan dan fasilitas lainnya dapat menghubungkan konektivitas antarspot. Dan pada akhirnya memudahkan para wisatawan untuk menjangkau spot destinasi tersebut.

Kemenko Marves juga memfasilitasi kerja sama antara Pemerintah Desa dengan Bank BRI melalui program Corporate Social Responsibility (CSR. Yakni dengan membangun spot selfie di lokasi menuju Candi Selogriyo di Desa Candisari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang.

Candi Selogriyo sendiri berada di lereng timur kumpulan tiga bukit. Meliputi Bukit Condong, Bukit Giyanti dan Malang dengan ketinggian 740 mdpl. Kawasan tersebut memiliki pemandangan yang eksotik dan cocok untuk wisata alam.

Baca juga: Soal Kinerja Menteri, Survei ASI: Prabowo Paling Memuaskan

Djoko menjelaskan, pendekatan ini dilakukan untuk mendistribusikan manfaat ekonomi di wilayah yang lebih luas dan mengurangi kemacetan di tujuan-tujuan utama pariwisata. Hingga meningkatkan jangkauan penawaran produk pariwisata.

Loading...

Untuk mengembangkan Kawasan Karimun Jawa, Kemenko Marves dan Kementerian Perhubungan akan menyiapkan angkutan umum berupa bus. Sehingga, wisatawan yang menuju ke Pusat Kota via rute Bandara Dewandaru dan Pelabuhan Legon Bajak akan terlayani.

”Karena jarak dari bandara ke pusat kota cukup jauh yakni mencapai 22 Km dan tidak ada transportasi umum. Kami sedang mengusulkan pengadaan armada bus. Jadi wisatawan yang datang dapat langsung melanjutkan perjalanannya dan ini menghemat biaya,” pungkasnya. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: